Pentingnya Kejujuran untuk Topang Bisnis Travel Umrah-Haji

Senin , 04 Mar 2019, 18:10 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Seorang calon jamaah umrah mendaftar umrah ke Naja Travel di stan Republika di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Sabtu (2/3).
Seorang calon jamaah umrah mendaftar umrah ke Naja Travel di stan Republika di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Sabtu (2/3).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Sifat jujur diperlukan dalam setiap kehidupan manusia terutama umat Islam dalam kehidupan sehari, tak terkecuali dalam menjelankan bisnis travel umrah dan haji. 

 

Pesan tersebut disampaikan pemilik travel umrah dan haji khusus Barokah Madinah, KH Zulkifli Ahmad Jundim.

Terkait

Dia mengatakan, jujur merupakan kata yang indah untuk didengar tetapi tidak mudah diaplikasikan dalam bisnis travel umrah serta dalam kehidupan sehari hari.  

Baca Juga

"Semua orang mengerti akan maknanya, namun sangat berat menjalankanya dan masih banyak yang mengabaikannya," katanya kepada Republika.co.id, Senin (4/3).

Dia menyebutkan contoh kasus kejujuran tidak mudah diaplikasikan dalam bisnis travel umrah seperti yang dialami beberapa oknum pemilik travel umrah yang kini menjadi narapidana. 

Menurut dia, ketidakjujuran mereka membuat jamaah gagal berangkat umrah ke Tanah Suci meski jamaah sudah membayarkan uang untuk biaya perjalanan.  

"Jujur bersumber dari hati yang lapang dan didasari oleh iman yakin dan amal yang bisa mengantarkannya pada kejujuran," ujarnya.  

Zulkifli menuturkan, kejujuran merupakan sebuah sikap perilaku yang selalu berusaha menyamakan antara informasi yang diberikan sesuai dengan fakta dan kenyataan. 

“Dan hal ini sangat relevan sekali dengan setiap pelaku usaha di bidang travel umrah haji yang harus menyampaikan suatu fakta yang sebenarnya,” kata dia. 

Menurut Zulkifli, dalam Islam, sifat ini dinamakan shiddiq dan juga merupakan sifat para nabi dan rasul yang tidak ternilai harganya. 

Zulkifli mengatakan, sungguh indah bila setiap umat Islam yang bermuamalah di bidang bernegara, rumah tangga, pelaku bisnis di industri travel haji dan umrah salah satunya, bisa bersikap jujur kepada dirinya sendiri. 

"Pimpinan travel umrah yang jujur kepada jamaahnya. Pedagang yang jujur kepada pembelinya. Pemimpin yang jujur kepada rakyat dalam melaksanakan tugasnya. Suami-istri yang jujur kepada pasangannya. Pegawai yang jujur kepada atasannya," katanya.

Zulkifli mengutip hadis Rasulullah SAW yang berkaitan dengan pentingnya kejujuran. “Hendaklah kalian berperilaku jujur, sebab sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kalian kepada kebajikan. Dan kebajikan itu akan menunjukkan kalian ke jalan menuju surga.

Dia mengingatkan, percayalah, bisnis yang dikelola dengan jujur akan mengantarkan kepada kesuksesan dan bisnis curang akan mengantarkan ke jurang kehinaan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini