PATUHI Minta Muasasah Tingkatkan Pelayanan

Selasa , 19 Mar 2019, 12:59 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
(Ilustrasi) Ketua PATUHI Artha Hanif berbincang bersama awak redaksi Harian Umum REPUBLIKA di Jakarta Selatan, Rabu (28/10).  (Republika/Raisan Al Farisi)
(Ilustrasi) Ketua PATUHI Artha Hanif berbincang bersama awak redaksi Harian Umum REPUBLIKA di Jakarta Selatan, Rabu (28/10). (Republika/Raisan Al Farisi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Permusyawaratan Antar Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) meminta seluruh muassasah untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. Permintaan itu disampaikan ketua PATUHI Artha Hanif dalam kesempatan ke Arab Saudi sejak pekan lalu.

 

"Kita sudah ingatkan dan mohon jadi perhatian mereka ke depan, kualitas layanan dari muassasah harus jauh lebih baik lagi," kata Artha Hanif saat berbincang dengan Ihram.co.id, Selasa (19/3)

Terkait

PATUHI menilai, selama ini pelayanan yang diberikan muassasah kurang maksimal. Hal itu terutama mengenai pelayanan tempat atau makthab haji khusus Indonesia. Menurut dia, sudah tiga tahun berturut-turun maktab Indonesia selalu dicampur dengan jamaah haji dari negara-negara lain.

Baca Juga

"Karena faktor inilah pernah terjadi keributan," sebut Artha.

Dia juga menilai, jamaah haji khusus Indonesia umumnya lebih suka bersikap mengalah. Maka dari itu, fasilitas yang menjadi hak mereka di maktab digunakan jamaah haji dari negara-negara lain. Hal itu terjadi lantaran dalam satu maktab ada penggabungan antara jamaah haji dari Tanah Air dan negara lain.

"Mereka-mereka itu melihat Indonesia itu agak look down ya dan ini tidak boleh terjadi," ungkap dia, "Sudah kita ingatkan ini sudah tahun ketiga hal itu tidak boleh terjadi lagi."

Menurut Artha darimanapun negara asalnya jamaah haji khusus atau reguler harus diberikan pelayanan yang terbaik oleh Pemerintah Saudi melalui muassasah. Apalagi, jamaah haji khusus membayar jauh lebih mahal kepada Arab Saudi sehingga layak mendapatkan pelayanannya maksimal.

Dalam proses pelaksanaan ibadah haji, jamaah haji akan selalu dipandu sebuah organisasi yakni muasasah haji. Organisasi tersebut beranggotakan para mutawif (pembimbing tawaf yang biasa disebut syekh) dan muzawir (pembimbing ziarah).

Selain membimbing, muasasah haji juga bertugas dan bertanggung jawab dalam melayani berbagai kebutuhan jamaah haji lainnya, seperti akomodasi dan transportasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini