11 Rabiul Akhir 1442

DPR: Biaya Haji di Indonesia Termurah se-ASEAN

Jumat , 21 Jun 2019, 19:03 WIB Redaktur : Hasanul Rizqa
Calon jamaah haji Indonesia (ilustrasi)
Calon jamaah haji Indonesia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Musim operasional haji semakin dekat. Jemaah haji kelompok terbang pertama asal Indonesia menurut jadwal akan diberangkatkan pada 7 Juli mendatang.

Salah satu perbincangan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang harus dibayarkan oleh tiap calon jemaah.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Ace Hasan Sadzily, saat ini BPIH di Indonesia adalah yang termurah se-ASEAN. Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke Asrama Haji Sudiang, Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kondisi normal Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji di Indonesia itu sebesar Rp. 69.950.000. Tapi, faktanya jemaah haji kita hanya membayar BPIH sekitar Rp 35 jutaan. Itu pun masih dikembalikan ke jamaah lagi dalam bentuk living cost sebesar 1500 riyal Saudi," papar Ace, Kamis (20/6), seperti dikutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga

"Jadi, boleh dibilang BPIH di negara kita, Indonesia merupakan yang termurah di negara (anggota) ASEAN," sambungnya.

Hal ini menurut Ace, penting untuk diketahui umat muslim Indonesia. Menurutnya, murahnya BPIH calon jemaah haji Indonesia merupakan hasil kerja keras dan perjuangan antara pemerintah dengan DPR.

"Ini juga wujud komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Jemaah Haji kita khususnya umat Islam," ungkap Ace.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman, mengungkapkan hal senada.

Kajian tentang besaran biaya haji ini menurut Ramadhan telah dilakukan Kemenag. “Hasil kajian kami, dalam rentang 2015 – 2018, BPIH Indonesia adalah yang paling rendah dibanding Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura,” ujar Ramadhan Harisman di Jakarta, Senin (28/1/2019) lalu.

“Ketiganya adalah negara dengan jemaah haji terbesar di ASEAN. Meski jumlah jemaah Indonesia jauh lebih banyak ketimbang tiga negara tersebut,” sambungnya.

Menurut Ramadhan, dalam empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Persisnya, 8.738 dolar AS (2015), 8.788 dolar AS (2016), 8.422 dolar AS (2017), dan 8.980 dolar AS (2018).

Untuk Singapura, rata-rata BIPH-nya di atas 5.000 dolar AS. Detailnya yaitu: 5.176 dolar AS (2015), 5.354 dolar AS (2016), 4.436 dolar AS (2017), dan 5.323 dolar AS (2018).

Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar 2.750 dolar AS (2015), 2.568 dolar AS (2016), 2.254 dolar AS (2017), dan 2.557 dolar AS (2018).

“Dalam dollar, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar 2.717 dolar AS. Sementara tiga tahun berikutnya adalah 2.585 dolar AS di 2016, 2.606 dolar AS di 2017, dan 2.632 dolar AS di 2018,” ujar Ramadhan.

Sekilas, lanjut Ramadhan, BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Namun, sebenarnya lebih murah. Sebab, dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada sebanyak 400 dolar atau setara 1.500 riyal Arab Saudi yang dikembalikan lagi kepada setiap jemaah sebagai biaya hidup di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup. Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu sebesar SAR 1.500,” jelasnya.

“Jadi riil biaya haji yang dibayar jemaah haji Indonesia adalah 2.312 dolar AS di 2015, 2.185 dolar AS di 2016, 2.206 dolar AS di 2017, dan 2.232 dolar AS di 2018,” imbuhnya.

 

widget->kurs();?>