Kemenkes: Tidak Ada Antisipasi Khusus Hepatitis A Calhaj

Sabtu , 06 Jul 2019, 18:08 WIB Reporter :Idealisa Masyarafina/ Redaktur : Agung Sasongko
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, PKHI, Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusup Singka.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, PKHI, Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusup Singka.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan tidak menyiapkan antisipasi khusus untuk jamaah haji mengenai penyakit Hepatitis A. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Yusuf Singka mengatakan, wabah hepatitis A hanya menjangkit masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

 

"Penyakit ini sempat naik kasusnya hanya di Kabupaten di Jawa Timur," ujar Eka Yusuf kepada Republika.co.id, Sabtu (6/7).

Terkait

Menurutnya, tidak ada antisipasi khusus kepada jamaah haji secara keseluruhan untuk membiasakan hidup bersih. "Dengan hidup bersih dan cuci tangan Insya Allah tidak apa-apa. Materi edukasi ini sudah disampaikan ke jamaah," jelasnya.

Sebelumnya tim kesehatan PPIH Embarkasi Solo melakukan persiapan terkait wabah hepatitis A yang menjangkit masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kasubbag Penerangan Humas dan Protokol Embarkasi Solo, Agus Widakdo, mengatakan PPIH Embarkasi Solo telah mengadakan rapat koordinasi lintas bidang pada Kamis (4/7) malam mengenai kesiapan tim kesehatan atas wabah ini. Hal tersebut menjadi perhatian PPIH Embarkasi Solo, meskipun wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak menjadi endemik. 

"Tes kesehatan jamaah dilakukan mulai dari daerah asal. Kemudian dari tim kesehatan embarkasi juga melakukan pemeriksaan kesehatan begitu tiba di asrama haji," jelasnya kepada wartawan, Jumat (6/7).  

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan saat kedatangan calhaj, panitia juga menyiapkan pemeriksaan biometrik. Pemeriksaan biometrik tersebut disediakan bagi calhaj yang belum melakukan pemeriksaan biometrik di daerah asal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini