Fast Track Dinilai Efektif, Menag Usul untuk 13 Embarkasi

Ahad , 07 Jul 2019, 15:08 WIB Reporter :Umi Nur Fadhilah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Wakil Presiden Jusuf Kalla (keempat kanan) bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi (keempat kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) memotong kue sebagai tanda pelepasan jamaah haji Indonesia asal DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad (7/7).
Wakil Presiden Jusuf Kalla (keempat kanan) bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi (keempat kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) memotong kue sebagai tanda pelepasan jamaah haji Indonesia asal DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Ahad (7/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Layanan jalur cepat jamaah haji (fast track) masih dilakukan dilakukan terhadap 65 jamaah haji dari empat provinsi. Pemerintah pun belum bisa memastikan kapan 13 embarkasi di Indonesia bisa melayani jalur cepat keimigrasian tersebut.

 

Menteri Agama, Lukman hakim Saufiddin mengatakan berharap seluruh embarkasi di Indonesia dapat menerima layanan jalur cepat keimigrasian (fast track) atau Makkah Road to Innitiative.

Terkait

"Khusus pelayanan fast track mudah-mudahan tidak hanya di Jakarta saja, tapi ini juga bisa diberlakukan di seluruh embarkasi yang jumlahnya 13 di seluruh Tanah Air," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Ahad (7/7).

Baca Juga

Menag mengatakan tim Saudi akan mengevaluasi terlebih dahulu penerapan jalur cepat pada tahun ini. "Kalau tahun ini kita lihat tidak ada masalah berarti, lalu kemudian secara teknis bisa direplikasi, bisa dilakukan di tempat lain, tentu kita berharap keimigrasian Saudi Arabia bisa menambah person-nya," ujar Menag.

Sebab, menurut Lukman, seluruh proses layanan Makkah Road to Innitiative di Indonesia dilakukan otoritas imigrasi Saudi Arabia. Sehingga, permintaan penambahan layanan jalur cepat membuat Saudi harus memperbanyak jumlah petugas yang melakukan layanan itu di 13 embarkasi di Indonesia.

Menag menyebut layanan jalur cepat keimigrasian sangat efisien diterapkan untuk calon jamaah haji (calhaj) Indonesia. Sebab, biasanya satu kelompok terbang (kloter) memerlukan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk proses perekaman biometrik dan pengecekan paspor di bandara Saudi. Namun, seluruh proses tersebut dilakukan di Indonesia, yakni di embarkasi dan asrama haji.  

"Kalau kita lihat tadi, seluruh jamaah cukup hanya menempelkan satu, dua sidik jari untuk verifikasi, lalu paspornya dicap. Jadi tidak lebih dari 10 detik, itu akan lancar sekali," ujar Lukman.

Kemudian, ketika calhaj tiba di Madinah maupun Jeddah, maka tidak ada lagi proses di bandara Saudi. Begitu keluar dari pesawat, calhaj langsung menuju bus dan hotel masing-masing. Pun sudah ada petugas yang mengurus barang-barang bawaan calhaj yang meniknati layanan jalur cepat itu. Layanan bagasi itu merupakan salah satu inovasi pemerintah tahun ini.

"Ini salah satu inovasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, bahwa seluruh bagasi jamaah itu sudah langsung diantarkan ke hotel masing-masing," kata Lukman.

Layanan bagasi tersebut berlaku bagi seluruh calhaj di Indonesia. Sementata layanan jalur cepat, baru dinikmati calhaj dari Bandara Sekarno-Hatta. "Nah ini yang kita harapkan tahun depan diterapkan di embarkasi lain di seluruh Tanah Air," ujar Lukman.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini