Pesan Sultan Yogyakarta untuk Jamaah Haji: Jadilah Duta RI

Senin , 08 Jul 2019, 21:38 WIB Reporter :Wahyu Suryana/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo memasuki pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo memasuki pesawat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).

IHRAM.CO.ID, YOGYAKARTA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai keberangkatan calon jamaah haji cuma merupakan rangkaian awal. Artinya, masih ada rangkaian ibadah panjang yang harus ditempuh. 

 

Dia menekankan, semuanya hanya untuk mengharap ridha Allah SWT. Sehingga, tidak lebih dan tidak mengarah kepada hal-hal yang tidak relevan dengan status manusia sebagai hamba Allah SWT.

Terkait

Sultan mengatakan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam diwajibkan bagi yang mampu melaksanakannya. Baik dari segi ekonomi, kesehatan, fisik, maupun mental.  

Baca Juga

Selain itu, mereka yang berangkat harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Baik syarat-syarat dalam ketentuan syariat maupun syarat-syarat yang ditentukan pemerintah.  

"Ibadah haji yang akan saudara-saudara laksanakan hendaknya akan bermuara kepada perubahan perilaku," kata Sultan melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Kepatihan, Senin (8/7).  

Sultan menekankan, tidak cuma menjadi lebih baik bagi diri sendiri, tapi bagi orang lain, daerah, bangsa, dan negara. Karenanya, calon jamaah haji hendaknya memahami hakikat haji itu sendiri. 

Yaitu ibadah secara total. Bukan hanya ibadah yang melibatkan fisik seperti tawaf dan sai, melainkan ibadah batin yaitu wukuf yang semuanya berakhir kepada kontrak kepada Allah SWT. "Untuk berhenti dan meninggalkan segala sifat dan tabiat yang tidak baik yang pernah kita kerjakan sebelumnya," ujar Sultan.  

Pada kesempatan itu, Sultan turut berharap, calon-calon jamaah haji mampu bertindak sebagai duta-duta bangsa. Artinya, mampu berbaur dengan berbagai suku bangsa dan umat Islam dari berbagai penjuru. "Karena itu, pelihara dan jagalah martabat dan kebersamaan, hormati tradisi yang dimiliki bangsa lain," kata Sultan.  

Khusus terkait musim haji kali ini, dia berpesan, calon jamaah haji agar selama berada di tanah suci senantiasa menjaga kesehatan. Terlebih, suhu udara sangat berbeda dengan di Tanah Air.  

Sultan meminta jamaah selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para medis yang bertugas. Utamanya, bila ada sesuatu hal yang dirasa mengganggu kesehatan. "Doakan pula daerah kita tercipta ini, semoga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat terus meningkat," ujar Sultan. (Wahyu Suryana)

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini