1 Ramadhan 1442

Keberangkatan 6 Calon Jamaah Haji DKI Jakarta Tertunda

Selasa , 09 Jul 2019, 23:36 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Asrama Haji Pondok Gede.Sejumlah Jamaah Haji kloter II dari Banten tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad,(7/7).
Asrama Haji Pondok Gede.Sejumlah Jamaah Haji kloter II dari Banten tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad,(7/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Terdapat enam calon jamaah haji (calhaj) dari kloter 3 yang berasal dari DKI Jakarta yang tertunda keberangkatannya. Sehingga, dari total 393 (termasuk jamaah dan petugas), hanya 387 orang yang diberangkatkan ke Arab Saudi hari ini, Selasa (8/7). 

Seharusnya, kata Kasubag Humas dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Affan Sofwan,  kloter 3 keberangkatan dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu terdiri dari 388 calhaj, satu petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu petugas tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI), dan tiga petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). 

"Dua calhaj sakit, dan dua lagi pendampingnya dari masing-masing calhaj yang sakit. Salah satu pasangan sakit, sehingga pasangan atau pendampingnya mendampingi dan menunda keberangkatan. Dua lagi, istrinya belum keluar visanya, jadi suami menunda keberangkatan," kata Affan, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (8/7).

Sebetulnya, ada empat calhaj yang dirujuk ke rumah sakit haji. Satu jamaah bernama Junsanah binti Raidjin (66) atas rekomendasi dokter harus tetap dirawat di rumah sakit haji. Sementara itu, dua calhaj lainnya sudah sehat dan kembali ke asrama. Sehingga, keduanya bisa ikut berangkat sesuai dengan kloternya. Sedangkan satu lagi calhaj yang sakit menunda keberangkatan atas kemauan sendiri. 

Baca Juga

Dia mengatakan, calhaj yang batal berangkat sesuai jadwal tersebut hanya menunda keberangkatan dan akan diberangkatkan di kloter berikutnya saat mereka sudah direkomendasikan untuk bisa berangkat. 

Mereka akan diberangkatkan jika kondisi mereka sudah siap dan bergantung kloter yang memang tersedia. "Insya Allah tahun ini kalau kondisinya memungkinkan," ujarnya. 

Sementara itu, Affan menuturkan ada enam koper jamaah yang dibongkar. Dari jumlah itu, sebanyak empat koper diturunkan barangnya lantaran ada barang yang tidak boleh dibawa terbang. 

Menurutnya, dua koper membawa pemanas air listrik, satu koper membawa pemanas air elektrik, dan satu koper lainnya membawa Power Bank. 

Dia menuturkan, tas yang disimpan di bagasi tidak diperbolehkan membawa power bank. Dikatakannya, barang yang tidak diperkenankan dibawa tersebut akan dicatat oleh petugas embarkasi untuk nanti pada saat kepulangan boleh diambil kembali oleh jamaah bersangkutan. 

"Barang yang tidak boleh dibawa terbang dititipkan ke petugas embarkasi. Sepulang dari tanah suci bisa diambil lagi," katanya. 

Kloter 3 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede telah diberangkatkan hari ini, Selasa (8/7). Mereka dijadwalkan tiba di bandara di Madinah, Arab Saudi, pada pukul 17.35 waktu setempat.  

 

 

 

 

widget->kurs();?>