Calhaj Kotawaringin Timur Tempuh 8 Jam Menuju Embarkasi

Sabtu , 13 Jul 2019, 13:37 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Pesawat Haji (ilustrasi)
Pesawat Haji (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, SAMPIT— Gagalnya Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadi embarkasi antara pada musim haji 2019 membuat calon jamaah haji (calhaj) dari Kotawaringin Timur harus menempuh perjalanan darat cukup jauh, hingga delapan jam, untuk mencapai embarkasi.

 

"Calhaj Kotawaringin Timur harus menempuh perjalanan darat lebih dari delapan jam dari Sampit menuju Embarkasi Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kemungkinan langsung, tidak menginap di Palangka Raya," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Samsudin di Sampit, Sabtu (13/7).

Terkait

Tahun lalu, kata dia, calhaj Kalimantan Tengah diberangkatkan melalui Bandara Tjilik Riwut sebagai embarkasi antara menuju Embarkasi Syamsudin Noor, kemudian menuju Jeddah. “Pada tahun ini, Bandara Tjilik Riwut gagal menjadi embarkasi antara sehingga jamaah calon haji harus kembali menempuh perjalanan darat menuju Embarkasi Syamsudin Noor,” tutur dia. 

Baca Juga

Dia menjelaskan, calhaj Kotawaringin Timur tahun ini 217 orang. Berdasarkan data, calon haji paling tua berusia 93 tahun dan paling muda berusia 21 tahun.

Calhaj asal Kotawaringin Timur akan bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya. “Saat ini, persiapan terus dilakukan untuk pemberangkatan mereka,” kata dia. 

Samsudin mengaku bersyukur sejauh ini semua persiapan berjalan lancar meski tahun ini jamaah harus kembali menempuh perjalanan darat yang cukup jauh.

Jamaah calon haji rencananya diberangkatkan pada 26 Juli mendatang, usai shalat Ashar di Islamic Center.

Samsudin mengimbau calhaj shalat di Masjid Raya Wahyu Al Hadidi kompleks Islamic Center sehingga tidak terlambat saat pemberangkatan.

"Kami mengimbau seluruh calon haji untuk menjaga kesehatan sehingga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, apalagi nanti harus menempuh perjalanan darat lebih dari delapan jam. Istirahat yang cukup, olahraga dan jaga pola makan," katanya.

Menurut informasi, kata Samsudin, cuaca di tanah suci sangat panas, mencapai 52 derajat Celsius. Cuaca ekstrem itu harus diantisipasi oleh jamaah agar tidak sampai mengganggu kondisi kesehatan.

Calhaj diimbau memperbanyak minum air putih untuk menjaga cairan tubuh agar tidak sampai dehidrasi maupun sakit lainnya. Samsudin berharap, seluruh calon haji diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh ibadah haji di Tanah Suci.

 

 

  

 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini