Anggito Harap BPKH Punya Gedung Sendiri

Jumat , 19 Jul 2019, 16:14 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, saat  media briefing di Hotel Melia Purosani, Jumat (17/5).
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, saat media briefing di Hotel Melia Purosani, Jumat (17/5).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pihak Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengaku optimistis memiliki gedung sendiri. Selama dua tahun bekerja, lokasi kantor BPKH diketahui masih berpindah-pindah.

 

"Dalam jangka panjang BPKH berencana memiliki gedung serdiri di derah strategis," kata Kepala BPKH Anggito Abimanyu saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/7).

Terkait

Anggito menuturkan, pada masa awal BPKH bekerja para pengurusnya berkantor di area Kementerian Agama (Kemenag) dengan tempat yang cukup terbatas. Meski demikian, BPKH tetap berupaya profesional bekerja menjalankan amanah mengelola dana umat.

Baca Juga

"Walaupun keterbatasan kami terus melakukan kinerja yang maksimal," katanya.

Anggito bersyukur atas bantuan dari Bappenas, BPKH bisa memiliki tempat bekerja di kawasan Gedung Jasindo Syariah, Jakarta. Meski demikian, tempat itu masih berstatus menyewa.

"Alhamdulillah atas bantuan Bappenas dalam setahun terakhir ini kami indekos di kantor transisi Gedung Jasindo Syariah," katanya.

Anggito menuturkan, demi mendapat tempat yang memadai, BPKH terus mencoba melakukan komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Termasuk pertemuan marathon dengan berbagai stakeholder.

"Akhirnya mulai Agustus ini kami akan pindah ke kantor yang baru di Gedung Bidakara yang Alhamdulillah lebih nyaman lebih memadai," katanya.

Anggito mengatakan, selama dua tahun bekerja dan pindah-pindah tempat, BPKH tidak lupa untuk terus memperbaiki keorganisasiannya. Hal tersebut dilakukan BPKH, demi dapat melayani masyarakat melalui pengelolan dana haji dengan baik.

"Selama dua tahun kami terus-menerus memperbaiki dan menata Setapak demi Setapak kinerja BPKH," katanya.

Anggito yakin, dengan seluruh kemampuan yang dimiliki. BPKH akan tetap eksis dan mendapat kepercayaan dari semua lapisan masyarakat dalam mengelolaan dana haji secara profesional, transparan dan akuntabel.

"Meskipun mendaki jalan terjal dalam usaha merintis seluruh program-program awal kami terus menyusun bata demi bata demi eksistensi BPKH guna meraih kepercayaan tersebut," katanya.

Untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari masyarakat itu, BPKH terus berupaya melakukan inovasi-invosi dalam bekerja. Inovasi penting untuk mempertahankan eksistensi BPKH dalam bekerja mengelola uang umat.

"Upaya kepercayaan itu harus ditunjukkan dengan bukti, dipupuk dengan inovasi dan ditingkatkan dengan kerja keras," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini