Menanti Bertahap Layanan Fast Track dari Saudi

Jumat , 19 Jul 2019, 17:00 WIB Reporter :Umi Nur Fadillah/ Redaktur : Agung Sasongko
Calon haji Makassar yang tergabung kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar menjalani perekaman Biometrik di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/7).
Calon haji Makassar yang tergabung kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar menjalani perekaman Biometrik di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengupayakan layanan Makkah Route Initiative atau proses pengecekan dokumen keimigrasian dapat diterapkan pada 13 embarkasi seluruh Indonesia. Setidaknya, usulan kemudahan untuk calon jamaah haji (calhaj) Indonesia tersebut telah ditampung pemerintah Arab Saudi.

 

“Sebenarnya, setelah sukses tahun lalu, tahun ini, kami mengusulan tambahan titik, tidak hanya di Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno Hatta), tetapi juga di Solo, Surabaya, dan Makassar,” kata Direktur Pelaksanaan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis kepada Republika, Kamis (18/7).

Terkait

Namun, proses kemudahan layanan imigrasi untuk calon jamaah haji (calhaj) itu, baru bisa dinikmati dari Embarkasi Pondok Gede-Jakarta (JKG) dan Embarkasi Bekasi-Jakarta (JKS) pada tahun ini.

Berdasarkan keterangan Muhajirin, hal itu lantaran kendala sumber daya manusia (SDM) dan persiapan dari pihak Saudi. Karena itu, tahun ini, layanan fast track atau jalur cepat itu baru bisa dinikmati calhaj dari provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat (Jabar) yang berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Nah kita juga sudah melakukan pertemuan dan membahas, kita berharap tahun depan sudah bisa ditambah secara bertahap,” ujar dia.

Kendati penerapannya akan dilakukan bertahap ke seluruh embarkasi, Muhajirin mengatakan, sebenarnya Kemenag mengusulkan layanan jalur cepat itu dapat diterapkan di 13 embarkasi/debarkasi haji seluruh Indonesia. Dalam layanan jalur cepat, pemerintah Saudi harus menyiapkan SDM dan peralatan imigrasi ke Indonesia.

“Prinsipnya, sejak tahun lalu, kita usulkan seluruh embarkasi. Namun, karena otoritas ada di Saudi, maka tahun ini masih di Cengkareng,” kata dia.