Layanan Gelombang Satu Embarkasi Solo Lebih Baik

Jumat , 19 Jul 2019, 18:08 WIB Reporter :Binti Sholikah/ Redaktur : Agung Sasongko
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Pesawat siap membawa jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).
Pemberangkatan Pertama Embarkasi Solo. Pesawat siap membawa jamaah calon haji kloter pertama asal embarkasi Solo di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (7/7/2019).

IHRAM.CO.ID, SOLO - Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo telah menerima kedatangan jamaah calon haji (calhaj) gelombang kedua pada Jumat (19/7). Calhaj gelombang kedua dimulai dari kelompok terbang (kloter) 42 yang berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kasubbag Penerangan Humas dan Protokol PPIH Embarkasi Solo, Agus Widakdo, mengatakan kloter 42 tiba di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali pada pukul 06.00 WIB. Kloter 42 tersebut menjadi penanda PPIH Embarkasi Solo memasuki etape gelombang kedua.

"Sehingga tentu itu juga harus kami siapkan hal-hal baru terkait dengan pelayanan dan SOP bagi jamaah yang akan kami berangkatkan," kata Agus kepada wartawan, Jumat (19/7).

Menurutnya, ada perbedaan cukup signifikan antara calhaj gelombang pertama dengan gelombang kedua. Pada gelombang dua ini seluruh jamaah calon haji sudah diupayakan untuk memakai pakaian ihrom mulai dari Embarkasi.

Baca Juga

Apalagi dengan kondisi transit di Bandara Jeddah saat ini sudah tidak ada. Sehingga hanya ada alokasi satu jam bagi jamaah setelah pemeriksaan paspor menuju bus. "Tentu sangat tidak mungkin ketika waktu satu jam itu jamaah harus berganti pakaian ihrom. Sehingga harus diupayakan jamaah sudah harus memakai pakaian ihrom dimulai dari Asrama Haji," imbuh Agus.

Agus menambahkan, terkait dengan progres dari perkembangan layanan gelombang satu menurutnya relatif lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya, jumlah jamaah yang tertunda sampai dengan akhir pemberangkatan di gelombang satu relatif sedikit, hanya dua jamaah. Satu jamaah dengan kondisi otomatis akan ditunda keberangkatannya. Bahkan sampai dengan kloter terakhir pun mungkin belum bisa diberangkatkan, karena penyakit fraktur tulang.

"Sehingga ini bagi jamaah tidak bisa kami berangkatkan sampai dengan pergerakan kloter 97. Artinya dia tetap menjadi jamaah tunda tetapi dengan prioritas di tahun mendatang di 2020 sampai dengan 2021," ungkap Agus.

Selain itu, tahun ini terdapat dua jamaah yang positif kondisinya hamil. Kehamilan tersebut belum bisa dinyatakan layak terbang sehingga terpaksa harus ditunda. Panitia sudah menghitung sampai dengan pergerakan kloter 97 kondisi kehamilan tersebut masih belum memenuhi standar. Sehingga PPIH menyatakan kepada dua jamaah tersebut ditunda keberangkatannya dan mendapatkan skala prioritas untu berangkat tahun depan dengan catatan tidak hamil.

Di samping itu, sementara ini terdapat dua jamaah haji dari Embarkasi Solo yang meninggal di Tanah Suci. Menurutnya, progres tersebut lumayan bagus. Artinya terlepas dari kuasa Tuhan pergerakan jamaah yg meninggal juga relatif lebih sedikit. Dia berharap, kondisi tersebut bisa bertahap sampai dengan usai pelaksanaan ibadah haji.

"Kami cukup optimistis dengan tingkat pengawasan kesehatan, pantauan kesehatan itu betul-betul sudah sangat lebih ketat di tahun ini. Tentu akan membantu bagi jamaah itu sendiri untuk tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.

Hingga 19 Juli 2019 pukul 07.30 WIB total jamaah calhaj yang masuk Embarkasi Solo sebanyak 42 kloter dengan total 14.736 jamaah. Total yang sudah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 40 kloter yang terdiri dari 14.338 jamaah. Kemudian, total yang tiba di Tanah Suci sebanyak 37 kloter atau 13.261 jamaah haji. Jumlah jamaah haji yang wafat di Tanah Suci sebanyak dua orang. Selain itu, terdapat dua calhaj yang sakit. Satu calhaj dirawat di RSUD dr Moewardi Solo, sedangkan satunya dirawat di RS TNI AU.