14 Jumadil Akhir 1442

Tim Satops PPIH Diminta Pahami Kondisi di Armuzna

Jumat , 26 Jul 2019, 16:59 WIB Reporter :Syahruddin El-Fikri/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Jaetul Muchlis
Foto : Republika/Ani Nursalikah
Jaetul Muchlis

Jaetul Muchlis mengakui, tambahan kuota 10 ribu jamaah haji memiliki pengaruh signifikan.

"Karena kalau kita lihat fasilitas yang ada di Mina maupun di Arafah. Tetapi, tentunya pihak Arab Saudi sudah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dalam pelayanan pada jamaah haji kita," terangnya.

Jaetul menyebutkan, satuan tugas wilayah Mina menjadi semacam "primadona." Sebab, ada banyak tantangan dan kasus-kasus yang berbobot terjadi di sana. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menempatkan 11 pos stasioner di Mina. 

"Supaya tim mobile crisis mudah bergerak dan mendeteksi kondisi jamaah selama 24 jam nonstop," terangnya.

Tim ini terdiri atas 220 orang dari berbagai unsur. Misalnya, perlindungan jamaah (Linjam), Tim Gerak Cepat Kemenkes, P3JH Kementerian Agama, dan Media Center Haji. Semua akan terlibat di sana.

"Kita akan saling bahu membahu dan bekerja sama untuk memberikan yang terbaik bagi jamaah haji," ungkapnya.

Dia mengakui, kondisi Mina sangat berat. Hal itu cukup berdampak pada jamaah, terlebih bagi yang lanjut usia dan risiko tinggi (risti).

"Yang lansia, yang usia dan kemampuan fisiknya terbatas, sebaiknya tidak usah melakukan jamarat. Cukup dibadalkan atau diwakilkan saja," kata dia.