10 Rabiul Awwal 1442

Kemenkes: Kampanye Istithaah Perlu Dilakukan Secara Masif

Jumat , 26 Jul 2019, 18:47 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sejumlah calon jemaah haji antre saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Aula Dinkes Serang, di Serang, Banten, Sabtu (9/2/2019).
Sejumlah calon jemaah haji antre saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Aula Dinkes Serang, di Serang, Banten, Sabtu (9/2/2019).

IHRAM.CO.ID, DEPOK— Secara umum masyarakat belum memahami istitha'ah kesehatan haji. Masih perlu sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi tentang kesehatan haji.

 

"Tentu saja berbicara masyarakat luas belum semuanya memahami. Masih perlu kita sosialisasikan secara masif," kata staf ahli Menteri Kesehatan bidang Desentralisasi Kesehatan, dr Pattiselanno Roberth Johan, saat berbincang dengan Republika.co.id, setelah acara pembukaan focus group discussion (FGD) Dakwah Kesehatan Haji, di Margonda, Depok, Kamis (25/7) kemarin.

Baca Juga

Bahkan kata dia, sosialisasi sangat penting diberikan kepada calon jamaah haji (calhaj) yang sudah mendaftar, dan pada tahun berjalan dijadwalkan akan diberangkatkan. "Sosialisasikan kita sampaikan kepada masyarakat, terutama calon jamaah haji untuk bagaimana mereka menjaga kesehatan," katanya.

Pattiselanno mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Kesehatan Haji terus berusaha, bersama Dinas Kesehatan di daerah mensosialisasikan istitha’ah kesehatan haji dipahami masyarakat luas. 

"Secara masif Kemenkes bersama-sama dengan teman-teman di daerah khususnya dinas kesehatan Puskesmas sudah melakukan berbagai upaya untuk bagaimana mempersiapkan jamaah Itu dari sisi kesehatan," katanya.

Jadi, kata dia, Dinas Kesehatan di seluruh daerah sudah jauh-jauh hari sebelum jamaah diberangkat, sudah mulai melakukan pemeriksaan rutin secara berkala. Pattiselanno mengapresiasi jamaah taat melakukan pemeriksaan.  

"Artinya calon jamaah haji itu mereka betul-betul mengikuti prosedur itu. Karena mereka sangat berharap tentu saja pada waktunya mereka bisa berangkat. Itu yang paling penting," katanya.

Meskipun, kata dia, jamaah masih harus dilakukan advokasi atau pendekatan secara persuasif betapa pentingnya menyiapkan kesehatan, jauh sebelum diberangkatkan. Selama ini Pusat Kesehatan haji telah melakukan pembinaan secara berjenjang kepada calhaj dan petugas kesehatan di daerah. "Untuk bagaimana mengawasi atau mengawal jamaah yang ada di wilayahnya dari segi kesehatan mereka," katanya.  

Sehingga setahun sebelumnya, calhaj sudah mulai mengerti terhadap kesehatan. Dengan demikian pada waktu menjalankan ibadah jamah itu betul-betul dapat lebih khusyuk menjalankan ibadahnya. "Dan setelah selesai ibadahnya pun mereka tetap bugar," katanya.

 

 

 

 

widget->kurs();?>