9 Rabiul Awwal 1442

Srikandi-Srikandi di Tanah Suci

Selasa , 30 Jul 2019, 17:05 WIB Reporter :Syahruddin El-Fikri/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Para petugas haji Seksi Perlindungan Jamaah daker Madinah
Foto : Syahrudin El-Fikri/Republika
Para petugas haji Seksi Perlindungan Jamaah daker Madinah

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Melindungi, tak melulu menjadi tugas lelaki. Di Tanah Suci, tugas melindungi jamaah juga menjadi urusan perempuan. Mereka disebut Srikandi Linjam. Linjam sendiri singkatan dari perlindungan jamaah. Divisi ini dibentuk dalam upaya memberikan rasa aman bagi jamaah haji Indonesia berada di Tanah Suci. Secara umum, ada puluhan hingga 100-an anggota Linjam. Mereka berasal dari anggota TNI dan Polri.

 

Kementerian Agama (Kemenag) sengaja merekrut mereka untuk membantu melayani jamaah haji. Anggota Linjam ada laki-laki dan perempuan. Di Madinah, mereka ditempatkan di berbagai sektor, seperti Sektor 1-5, Sektor Khusus (Seksus) Nabawi, Daerah Kerja (Daker), Sektor Birhij, dan lainnya.

Khusus untuk anggota Linjam perempuan, mereka menyebutnya dengan Srikandi Linjam, sedangkan bagi para pria disebut Arjuna Linjam. Beberapa Srikandi Linjam antara lain Lina Dwi Yunitasari, Rubiyatin, Ani Marini Sumekto, Yose Darmawita, Endah Setyaningrum, Yuni Darma wani, Fani Prillia Yapi, Sri Lestari, Santi Yunita, Ivana Alfiah Samiyanto, dan Zunaidah Ima Ivadati. Mereka siap membantu dan melayani jamaah haji Indonesia di sekitar Seksus Nabawi.

Yose Darmawita, anggota kowal Mabes TNI, memiliki tutur kata yang halus. Namun, apabila sudah menyangkut urusan jamaah, sikapnya tegas. Baginya, melayani tamu Allah SWT, merupakan suatu kehormatan bagi pribadi, keluarga, maupun instansinya. "Saya bersyukur diberi kepercayaan melayani tamu-tamu Allah SWT agar mereka merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam melaksanakan ibadah haji," ujarnya kepada Ihram.co.id, baru-baru ini.

Menjadi petugas haji dan ditempatkan di Divisi Perlindungan Jamaah, memberi kesan mendalam baginya. Apalagi, dia ditempatkan di Seksus Nabawi. Seksus ini paling banyak berurusan dengan jamaah yang mengadukan dirinya untuk dibantu diselesaikan masalahnya. Misalnya, minta diantar ke hotel tempat menginap, ke tempat shalat, atau ketika jamaah kehilangan alas kaki. "Banyak persoalan yang kami terima," kata Yose ketika ditemui di pelataran Masjid Nabawi.

Meski tugasnya segudang, perempuan kelahiran Solok, Sumatra Barat, ini tak terbebani. Dia menganggap, semuanya merupakan tugas yang harus dilaksanakan. Yose siap bertugas dan memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji. Tak ada keluhan, apalagi harus kesal karena melayani jamaah dengan pengaduan beragam. "Dibawa enjoy aja," ujar wanita kelahiran 16 Agustus 1979 ini.