Arab Saudi Tegaskan tak akan Politisasi Penyelenggaraan Haji

Selasa , 30 Jul 2019, 22:14 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pangeran Khalid Al-Faisal  bersama para penjaga keamanan Masjidil Haram.
Pangeran Khalid Al-Faisal bersama para penjaga keamanan Masjidil Haram.

IHRAM.CO.ID,  MAKKAH – Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal menegaskan Arab Saudi menolak semua bentuk politisasi haji. Pangeran Khalid mengatakan satu-satunya keprihatinan yang dia miliki selama haji adalah eksploitasi untuk tujuan menyimpang. 

 

“Kami tidak akan membiarkan mengubah ritual suci yang agung ini menjadi alat politik,” kata dia sebagamana dilansir aawsat.com, Selasa (30/7).  

Terkait

Terkait dengan geopolitik dengan Qatar, Pangeran Khalid mengatakan Arab Saudi telah mengumumkan pada beberapa kesempatan bahwa pihaknya siap menerima jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Qatar.

Baca Juga

Kerajaan tahun ini mendesak otoritas Qatar untuk meringankan pembatasan ini dan telah mendedikasikan perangkat online khusus untuk jamaah haji dari Qatar, kendati kebijakan akan dikembalikan ke Otoritas Qatar. 

Sementara terkait Iran, kata dia, batas jumlah jamaah haji yang diterima o Arab Saudi setiap tahun tidak ditentukan Saudi, tetapi semua negara Muslim pada konferensi khusus. "Semua jamaah haji disambut hangat di Saudi sebagaimana ditentukan nilai-nilai Islam kita," kata Pangeran Khalid.   

Lebih lanjut, dia mengatakan lebih dari dua juta jamaah diharapkan untuk melakukan haji tahun ini. Pihaknya memenuhi kebutuhan mereka sebagai pelayan dua masjid suci. Setiap kebangsaan yang datang ke sini untuk melaksanakan ibadah haji disambut baik.

"Kami memperhitungkan semuanya, tetapi juga memastikan keselamatan jamaah dan menawarkan mereka semua kemungkinan untuk memastikan perjalanan suci mereka berlangsung dengan lancar," kata Pangeran Khalid.

Dia mengatakan, Otoritas Pengembangan Wilayah Makkah telah bekerja dengan beberapa pihak dalam pelaksanaan beberapa proyek di tempat-tempat suci. Di antaranya adalah persiapan di Mina, perluasan jalan dan jalan setapak, pemasangan 2.500 toilet baru dan pembangunan daerah untuk menampung 40 ribu jamaah.  

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah telah berupaya untuk menyediakan layanan elektronik kepada jamaah, terutama sebuah perangkat untuk mengeluarkan visa elektronik kepada para pengunjung. Mereka juga akan dapat mengajukan keluhan melalui perangkat daring. 

Aplikasi untuk orang hilang juga telah dikembangkan. Sistem elektronik telah dibentuk untuk memudahkan kedatangan dan keberangkatan jamaah ke dan dari Saudi.

Lebih dari 300 ribu personel militer dan sipil, serta 4.000 sukarelawan, memastikan bahwa layanan terbaik diberikan kepada jamaah haji selama mereka tinggal di Saudi.n Ratna Ajeng Tejomukti

  

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini