Fasilitasi Daftar Daring Haji Qatar, Saudi: Haji Netral

Senin , 05 Aug 2019, 17:11 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sejumlah jamaah melaksanakan tawaf, mengelilingi Ka'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah umrah, Sabtu (3/8) dinihari waktu Arab Saudi. Menjelang puncak haji, jamaah memanfaatkan waktu luang untuk beribadah.
Sejumlah jamaah melaksanakan tawaf, mengelilingi Ka'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah umrah, Sabtu (3/8) dinihari waktu Arab Saudi. Menjelang puncak haji, jamaah memanfaatkan waktu luang untuk beribadah.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH – Arab Saudi telah membuat situs web baru untuk warga Qatar yang ingin menunaikan ibadah haji tahun ini. Langkah ini dilakukan setelah Doha memblokir akses ke situs web sebelumnya, yang mengarah ke tuduhan politisasi haji.

 

Dilansir di thenational.ae, Senin (5/8) Situs web ini diluncurkan  Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Situs ini memungkinkan para jamaah haji dari Qatar untuk mendaftar, menjelajahi paket-paket untuk naik haji, dan membayarnya.

Terkait

Kementerian berharap Qatar tidak akan membatasi situs, seperti yang terjadi pada halaman web sebelumnya. Saudi menegaskan upaya pemerintah Qatar untuk menjadikan mempolitisasi haji tidak akan menghentikan keinginan Saudi untuk membantu semua jamaah dengan apa yang mereka butuhkan untuk melakukan perjalanan ke Makkah.  

Baca Juga

Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memutus hubungan perdagangan dan transportasi dengan Qatar pada 2017 atas tuduhan bahwa Doha mendanai kelompok-kelompok ekstremis di Timur Tengah.  

Arab Saudi dan UEA menyediakan bantuan bagi jutaan jamaah haji yang bepergian untuk haji, yang akan dimulai akhir pekan ini.  

UEA telah mengirim misi medis ke Makkah untuk menyediakan layanan kesehatan penting di tanah bagi para jamaah haji.  

Kementerian Kesehatan UEA  telah mengerahkan 70 dokter, perawat, dan administrator yang kuat untuk memberikan dukungan di Saudi .  

Semua Muslim yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan haji diharuskan untuk melakukannya sekali dalam hidup mereka. Jutaan orang melakukan perjalanan setiap tahun dan banyak yang melakukan perjalanan  ke Kota Madinah.  

Pemerintah Saudi membatasi jumlah dari masing-masing negara untuk menghindari kepadatan, dengan sekitar dua juta hadir tahun lalu.

Mereka yang tidak dapat berhaji karena alasan finansial atau kesehatan dikecualikan. Jika mereka mampu,mereka bisa membiayai orang lain untuk menggantikannya atas nama mereka.n Ratna Ajeng Tejomukti