6 Syawwal 1442

Jamaah Dibolehkan ke Hotel Usai Lempar Jumrah, Asalkan ...

Senin , 05 Aug 2019, 18:05 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
(Ilustrasi) Suasana di kawasan jamarat, tempat jamaah haji melontar jumrah di Mina, Rabu (22/4).
(Ilustrasi) Suasana di kawasan jamarat, tempat jamaah haji melontar jumrah di Mina, Rabu (22/4).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia yang pemondokannya tidak jauh dari lokasi lempar jumrah diperbolehkan kembali ke hotel. Namun, mereka harus terlebih dahulu memastikan ketersediaan fasilitas kepada pihak hotel.

“Itu terserah jamaah haji (kembali ke hotel setelah lempar jumrah --Red). Cuma dengan catatan, ada dukungan ketersediaan fasilitas di hotel. Itu harus dikoordinasikan dengan pihak hotel,” kata Kabid Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi sekaligus Kepala Satuan Operasi Arafah Muzdalifah Mina (Satoops Armuzna), Kolonel TNI Jaetul Muchlis, Senin (5/8).

Menurut Jaetul, koordinasi dengan pihak hotel soal fasilitas di hotel seperti air, makan, dan lain sebagainya, harus dilakukan. Karena pada prinsipnya, pihak Maktab (kantor yang mengurus akomodasi di Armuzna) hanya melayani jamaah di tenda-tenda Mina.

Jamaah yang bisa kembali ke hotel setelah lempar jumrah pada 10 Dzulhijah itu biasanya menginap di dekat Jamarat. Misalnya, hotel-hotel atau penginapan yang terletak di kawasan Syisah.

Baca Juga

Jamaah yang tinggal di sana biasanya berpikir untuk kembali ke tempat mereka menginap usai lempar jumrah. Sebab, jarak lokasi itu dengan hotel mereka cukup jauh. Dari tenda mereka di Mina Jadid (Perluasan Mina) ke jamarat sejauh 7 kilometer. Sementara itu, jamaah yang pemondokan atau hotelnya berada di kawasan Aziziyah dan Syisah "hanya" berjarak sekitar 2,5 kilometer ke Jamarat .

“Kalau kembali lagi ke Mina Jadid dari Jamarat totalnya 14 kilometer. Sedangkan kalau dari Jamarat ke hotel di Syisah atau Aziziyah hanya 2,5 kilometer. Jadi kalau jalan kaki ya dekat ke hotel,” kata Jaetul.

Namun, Jaetul tetap berpesan agar jamaah yang ingin kembali di hotel, jaraknya harus yang dekat dengan jamarat. Kemudian, dipastikan betul agar pihak hotel menyediakan fasilitas seperti air dan makanan. Karena, jika kembali ke hotel Maktab tak menanggung soal konsumsinya.

Sementara, Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Subhan Cholid mengatakan,  ketika jamah yang memutuskan untuk pulang ke hotel, agar kembali lagi ke Mina menjelang malam hari. Sebab, mereka harus mabit ke Mina dan melempar jumrah lagi. 

Terkait persoalan konsumsi, Subhan mengatakan bahwa Maktab memang tak bisa menyiapkan konsumsi untuk jamaah yang kembali ke hote. Karena, mereka tidak sanggup untuk mendistribusikan makanan ke hotel di Makkah.

“Karena kemacetan lalu lintas luar biasa. Jalan kaki saja bisa terhambat,” kata Subhan.

Subhan meyakini, jamaah Indonesia sudah punya pengalaman terkait persiapan konsumsi ini.  “Misalnya dikoordinir untuk membeli makananli. Jamaah itu lebih survive,” kata Subhan.

Namun, Subhan mengingatkan agar jamaah yang kembali ke hotel tidak memasak saat di hotel. Karena, dikhawatirkan mereka lupa untuk mematikan peralatan masak yang umumnya elektrik.

 

widget->kurs();?>