4 Syawwal 1442

Fahri Hamzah Minta Kemenag Terus Berinovasi

Rabu , 07 Aug 2019, 10:42 WIB Reporter :Syahruddin El-Fikri/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Fahri Hamzah, Wakil ketua DPR Republik Indonesia.
Fahri Hamzah, Wakil ketua DPR Republik Indonesia.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mengapresiasi sejumlah perubahan yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurut dia, cukup banyak perbaikan yang berjalan sejauh ini. Dia pun menilai perbaikan-perbaikan itu sebagai sangat positif.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kemenag, khususnya Menteri Agama. Untuk itu, saya berharap, apa yang sudah dilakukan, terus diperbaiki. Jangan pernah berhenti untuk berinovasi dalam penyelenggaraan haji yang lebih baik,” kata Fahri Hamzah dalam acara "Malam Konsolidasi PPIH Arab Saudi" di Makkah, Selasa (6/8) malam waktu Arab Saudi.

Fahri mengakui, selama lima tahun dirinya menjadi pengawas haji, penyelenggaraan haji Indonesia sangat bagus dan rapi, baik dari segi penyediaan akomodasi, katering, maupun layanan transportasi. “Sangat baik. salut,” ujar dia.

Fahri menambahkan, inovasi-inovasi sangat diperlukan agar pelayanan kepada jamaah terus meningkat. Misalnya, layanan teknologi yang bisa dimanfaatkan jamaah. “Ini perlu dilakukan agar jamaah mendapatkan manfaat yang lebih banyak,” terangnya.

Baca Juga

Dia menyebutkan, inovasi-inovasi yang sudah berjalan, dampaknya sudah dirasakan oleh masyarakat, khususnya jamaah haji. Karenanya, Fahri menekankan agar Kementerian Agama tidak cepat berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan. “Harus terus dikembangkan,” sarannya.

 

Haji Pembawa Perubahan

Selain itu, kata dia, ibadah haji selalu bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan jamaah haji. “Dampaknya apa? Karena kita tahu, jumlah jamaah haji Indonesia terbesar. Dan jumlah orang yang sudah berhaji sangat banyak. Bagaimana para haji-haji itu bisa membawa perubahan signifikan bagi perbaikan bangsa dan akhlak masyarakatnya,” kata dia.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia ( Garbi) itu menjelaskan, dari para haji itulah akan muncul revolusi mental, sebagaimana digaungkan Presiden Joko Widodo. “Seperti itulah revolusi mental. Jamaah haji membawa dampak perubahan lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, haji juga diharapkan bisa menjadi sarana bagi jamaah untuk menuntut ilmu. “Waktu utamanya memang 5-6 hari saja, tetapi waktu-waktu luang selama jamaah sekitar 40 hari berhaji, bisa dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman keagamaan yang besar,” cetusnya.

Di sinilah, kata dia, pentingnya dilakukan bimbingan manasik secara kontinu. Sehingga haji mampu menjadi barometer pemantapan ilmu keagamaan yang lebih baik pada diri masyarakat Indonesia. “Kita sudah berulang kali mendengar nasihat Mbah Maimoen, beliau berpesan; ‘Jaga Agama, Jaga Bangsa,” ucapnya.

Sangat mustahil, lanjut Fahri, bila Indonesia ingin menjadi suatu bangsa yang besar, tetapi nilai-nilai agama tidak dipedulikan. “Saya sangat berharap, paska haji nanti, jamaah haji kita mampu membawa perubahan lebih baik untuk bangsa, karena telah dilandasi pondasi agama yang baik selama mereka berhaji,” tutupnya.

 

widget->kurs();?>