Pengamat Minta PPIH Jamin Seluruh Jamaah Bisa Wukuf

Kamis , 08 Aug 2019, 09:05 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Mantan Komisioner KPHI Syamsul Maarif
Mantan Komisioner KPHI Syamsul Maarif

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dinilai mesti sigap agar dapat menjamin sepenuhnya bahwa seluruh jamaah haji asal Indonesia telah melaksanakan wukuf di Arafah. Pengamat haji yang juga mantan komisioner KPHI, Syamsul Maarif mengungkapkan, jangan sampai peristiwa pada tahun lalu terulang, yakni terdapat 15 jamaah yang terlewat diwukufkan karena sakit.

 

"Semua jamaah yang sudah datang ke Tanah Suci harus dijamin 100 persen bisa melaksanakan wukuf di Arafah," kata Syamsul Maarif saat dihubungi Ihram.co.id, Kamis (8/8).

Terkait

Syamsul melanjutkan, jika jamaah datang ke Tanah Suci dengan niat beribadah haji, tetapi tidak melaksanakan wukuf, maka ibadah hajinya tidak sempurna. Dapat dipastikan, jamaah yang bersangkutan tidak meraih haji mabrur lantaran syarat dan rukunnya tak sempurna. "Tanpa wukuf, maka tidak sah hajinya," tegas dia.

Baca Juga

Syamsul mengimbau PPIH untuk terus meningkatkan pelayanan. Sebab, pelaksanaan wukuf di Arafah tinggal beberapa hari lagi. PPIH baik dari unsur Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta untuk betul-betul mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan jamaah. Di sinilah pentingnya koordinasi.

"Harus  ada koordinasi PPIH Kesehatan dan Kemenag. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri dan membuat keputusan sendiri-sendiri," katanya.

Dalam hal ini, dia meminta petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Tanah Suci untuk selalu berkoordinasi dengan petugas Daerah Kerja Makkah. Ini supaya setiap jamaah haji asal Indonesia yang sakit diupayakan agar disafariwukufkan.

Dia menyebut, pada musim haji tahun lalu terdapat 15 orang jamaah asal Indonesia yang tak melaksanakan wukuf. Menurut Syamsul, hal itu terjadi sebagai bentuk kelalaian para petugas PPIH. Maka dari itu, dia berharap pada musim haji tahun ini jangan sampai ada jamaah haji yang sakit yang tidak safari wukuf.

Badal haji dapat menjadi opsi. Hanya saja, lanjut Syamsul, PPIH mesti terlebih dahulu berusaha membawa jamaah yang bersangkutan agar bisa mengikuti safari wukuf.

"Pada penyelenggaraan haji tahun lalu, paling tidak ada 15 jamaah yang tidak disafariwukufkan, juga tidak dibadalkan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini