Bus Pengangkut Jamaah Saat Puncak Haji Dikurangi Bertahap

Kamis , 08 Aug 2019, 08:32 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Jamaah haji berduyun-duyun memasuki area Masjidil Haram, Makkah, Rabu (7/8). Walau tidak ada bus yang membawa mereka ke Masjidil Haram, jamaah tetap datang dengan menggunakan taksi atau berjalan kaki.
Jamaah haji berduyun-duyun memasuki area Masjidil Haram, Makkah, Rabu (7/8). Walau tidak ada bus yang membawa mereka ke Masjidil Haram, jamaah tetap datang dengan menggunakan taksi atau berjalan kaki.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Bus pengangkut jamaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) atau yang dikenal dengan nama transportasi Masyair akan dikurangi secara bertahap. Hal tersebut berdasarkan ketentuan organisasi penyedia transportasi haji Arab Saudi (Naqobah).

 

Terkait

“Ini ketentuan Naqobah yang mengatur lalu lintas bis dan sengaja dibatasi jumlah bisnya karena sistemnya taradudi (pulang-pergi),” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (7/8) malam.

Baca Juga

Menurut Lukman, pengurangan bus bukan karena busnya tak ada. Tetapi, jika bus tak dibatasi, maka jalan raya di Armuzna akan semakin padat. Dan, membuat masa tunggu mobilisasi jamaah semakin panjang.

“Karena itu, ini harus disosialisasikan kepada jamaah agar tidak salah paham,” kata Lukman.

Untuk mengantisipasi lamanya masa tunggu jamaah, terutama dari Muzdalifah ke Mina, maka sejak dini hari jamaah sudah didorong ke Mina. Selain itu, di Muzdalifah disediakan karpet agar jamaah bisa menunggu sambil duduk.

Adapun tahap pengurangan transportasinya, yaitu Makkah-Arafah pada 8 Dzulhijah 1440 H dengan jumlah bus 21 unit.

Selanjutnya, rute Arafah-Muzdalifah dengan tujuh hingga sembila unit bus pada 9 Dzulhijah. Rute Muzdalifah–Mina pada 9-10 Dzulhijah dan Mina-Makkah sebanyak 21 unit bus pada 12 Dzulhijah dan 13 Dzulhijah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini