10 Rabiul Awwal 1442

Jamaah Diminta Taat Aturan Kesehatan Meski Lewat Puncak Haji

Senin , 12 Aug 2019, 12:06 WIB Reporter : Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Seorang petugas kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sedang mengambil darah jamaah haji yang dirawat (Ilustrasi).
Seorang petugas kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sedang mengambil darah jamaah haji yang dirawat (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Jamaah haji diminta tetap mentaati imbaun-imbaun petugas kesehatan meski pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Minah (Armuzna) selesai dilaksanakan. 

 

"Patuhilah semua yang disarankan tim kesehatan. Agar saat pulang ke Tanah Air bertemu keluarga tercinta dalam kondisi prima," kata salah satu dokter di Pusat Kesehatan Haj Kementerian Kesehatan Ade Irma Rosiani kepada Republika.co.id, Senin (12/8).

Baca Juga

Dokter yang akrab disapa Rossi ini memberikan beberapa tips kesehatan yang wajib dilakukan para jamaah haji. Pertama hindari aktivitas berlebihan yang dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan.  

"Kurangi kegiatan yang tidak perlu dan banyak menguras tenaga, serta batasi aktivitas fisik yang tidak ada kaitan dengan Ibadah," katanya.  

Kedua, gunakan selalu alat pelindung diri (APD) seperti payung saat keluar dari pondokan atau hotel untuk mencegah terjadinya sengatan panas (heat stroke) pada jamaah. Karena suhu di Arab Saudi bisa mencapai 45 derajat. 

"Gunakan selalu pelembab yang dapat melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari (sunblock), dan gunakan pelembab bibir untuk mencegah bibir pecah-pecah," katanya.  

Selain itu APD, yang mesti digunakan adalah masker. Masker, kata dia, efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).  

"Serta gunakan masker kain yang telah dibasahi dengan air lalu diperas, untuk mencegah pecahnya pembuluh darah dalam hidung yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan," katanya.  

APD lainnya yang juga wajib selalu dibawa dan dipakai adalah semprotan air (water spray) yang sudah isi dengan menggunakan air mineral atau air zamzam. Air ini juga harus diminum jamaah sebanyak 200 mili liter setiap jam dan jangan menunggu haus.  

"Terus lakukan gerakan minum air bersama minimal 200 mili liter setiap jam 8, 10,12, 14, dan 16 Waktu Arab Saudi (WAS) untuk mengindari dehidrasi pada jamaah haji," katanya.

Rossi menambahkan, APD yang tak kalah penting dan gunanya adalah, alas kaki (sandal) yang mempunyai kait di belakang tumit. Model sandal yang digunakan untuk pendaki disarankan digunakam demi menghindari lepasnya sandal dari kaki. "Dan bawa selalu sandal saat masuk ke dalam masjid, dan jangan ditinggal atau dititipkan kepada orang lain," katanya.

Untuk itu, Rossi menyarankan, kepada jamaah agar selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal. Karena jika sandal diletakan diluar susah untuk mencarinya lagi.  

Tips ketiga, jamaah harus banyak makan makanan bergizi tinggi seperti empat sehat lima sempurna. Dan tidak memakan makanan yang basi. Empat banyak makan sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak serat. 

Kelima, hindari minuman yang terlalu manis atau terlalu dingin. Kenam hindari kontak langsung dengan unta, seperti foto bersama unta dan minum susu unta langsung di peternakan. Ketujuh istirahat yang cukup. Sebaiknya tidur enam sampai delapan jam setiap harinya.

Kedelapan, berdiam dalam tempat sejuk dengan berada dalam ruangan ber-AC/water cooler, serta dapat menggunakan kipas angin untuk menambah rasa nyaman. Kesembilan bila lelah sebaiknya jangan dipaksakan melaksanakan kegiatan yang bukan wajib. "Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah, jika tidak mampu," katanya.

Sementara tips ke 10, gunakan selalu pakaian yang longgar dan berbahan katun yang dapat menyerap keringat. “Kesebelas selalu periksa kesehatan pada petugas kesehatan yang ada di kloter secara rutin. "Terutama bagi Jamaah dengan risiko tinggi (risti)," katanya.  

 

 

 

 

widget->kurs();?>