Tak Ada Menu Zonasi untuk Jamaah Haji di Mina

Senin , 12 Aug 2019, 14:19 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Direktur Pelayanan Haji urusan Luar Negeri Sri Ilham Lubis meninjau perusahaan katering penyedia makanan jamaah haji Indonesia, Madinah, Selasa (23/7). Juru masak yang memasak makanan untuk jamaah berasal dari Indonesia.
Direktur Pelayanan Haji urusan Luar Negeri Sri Ilham Lubis meninjau perusahaan katering penyedia makanan jamaah haji Indonesia, Madinah, Selasa (23/7). Juru masak yang memasak makanan untuk jamaah berasal dari Indonesia.

IHRAM.CO.ID, MINA -- Tidak ada menu per zonasi untuk makanan yang disajikan jamaah haji asal Indonesia selama puncak haji di Arafah dan Mina. Semua menu disajikan secara sama dan rata.

 

“Tidak ada menu zonasi. Sama rata karena di sini satu maktab ini ada yang dari beberapa embarkasi,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Senin (12/8).

Terkait

Menurut Sri, perusahaan katering penyedia makanan untuk jamaah haji selama di Arafah dan Mina berbeda daripada ke-36 perusahaan penyedia makanan untuk jamaah selama di Makkah. Di Arafah dan Mina, ada 13 perusahaan yang dikontrak untuk menyediakan makanan bagi jamaah Indonesia.

Baca Juga

“Ada 13 perusahaan yang ditunjuk dan sisanya oleh Muassasah (penyelenggara haji di Arab Saudi). Dan, dipastikan menunya nusantara,” kata Sri.

Dia mengungkapkan, pasokan katering untuk jamaah selama di Arafah dan Mina terpantau lancar. Dan, penyajiannya sesuai dengan standar minimal yang ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi.

Sementara itu, penyajian makanan dilakukan dalam sistem boks, bukan prasmanan. Selain memberikan makanan, jamaah juga diberikan kelengkapan makanan seperti kue, air mineral, dan juz. Selain itu, jamaah juga diberikan mie kemasan.

Selain itu, lanjtu Sri, ada peningkatan layanan selama jamaah berada di Arafah. Yaitu, jamaah yang tiba pada siang hari pada 8 Dzulhijah, sudah diberikan makanan. Tahun lalu, jamaah yang tiba siang baru mendapatkan makanan pada sore hari.

“Jadi di Arafah jamah mendapatkan lima kali makanan mulai 8 Dzulhijah hingga 9 Dzulhijah malam,” kata Sri.

 Sementara untuk makanan di Mina, Sri mengatakan jamaah mendapatkan 11 kali makan. Selain itu, di Mina jamaah juga mendapatkan makan pagi selama 10-13 Dzulhijah. Ini berbeda dengan penyajian di Madinah dan Makkah di mana jamaah tidak mendapatkan makan pagi berupa nasi.

“Sekarang  di Mina jamaah mendapatkan makan pagi berupa nasi, lauk, dan sayur,” kata Sri.

Menurutnya, penyajian makanan yang diberikan kepada jamaah juga masih dalam keadaan segar. Karena, lokasi dapur penyedia katering lokasinya sangat dekat dengan tenda-tenda jamaah. Sehingga, menu yang disajikan selain segar, juga berbeda-beda. “Tidak ada menu berulang,” kata Sri.

Berdasarkan pantauan Ihram.co.id, menu yang disajikan memang berbeda-beda. Ada ayam semur-sayur asam, kemudian rendang padang-sayur kol, nasi kuning-ayam-goreng-sayur kacang, hingga ikan patin-sayur kacang dan wortel.