Kemenkes Ingatkan Ancaman MERS-CoV Pascaibadah Haji

Selasa , 13 Aug 2019, 11:58 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus).
MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau jamaah haji agar tetap waspada terhadap segala janis penyakit menular yang berpotensi terdapat di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Di antara yang mesti diwaspadai jamaah ialah Middle East respiratory syndrome coronavirus alias MERS-CoV.

 

"Jamaah haji harus tetap waspada terhadap Mers-CoV," kata salah satu dokter di Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Enny Nuryanti saat berbincang dengan Ihram.co.id, Selasa (13/8).

Terkait

MERS-CoV adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Penyebabnya adalah virus Corona. "Virus ini juga dapat dideteksi dalam darah, tinja, dan urin," katanya.

Baca Juga

Gejala MERS-CoV antara lain adalah demam, batuk, dan sesak nafas akut. Orang dengan riwayat penyakit diabetes mellitus, ginjal kronik, jantung kronik, hipertensi dan paru kronik rentan terhadap MERS-CoV. Kebanyakan atau sekira 64 persen di antara penderitanya adalah laki- laki.

Enny menyampaikan, MERS-CoV dapat menular antarmanusia secara terbatas. Secara umum, mekanisme penularan MERS-CoV belum diketahui. Kemungkinan, penularannya dapat melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batuk atau bersin.

Untuk meminimalkan faktor risiko MERS-CoV, jamaah harus menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Selain itu, mereka disarankan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) selama beraktivitas di Arab Saudi.

Jika ada gejala demam, batuk, atau sulit bernapas segera menghubungi petugas kesehatan yang disiapkan pemerintah.

Kemudian, jamaah juga mesti menjaga perilaku hidup bersih sehat. Itu antara lain dengan istirahat yang cukup, di sela-sela aktivitas fisik, mengonsumsi makanan yang dengan gizi seimbang dan teratur.

Selain itu, jamaah jangan lalai minum air yang cukup 2,5 hingga 3 liter sehari untuk menghindari dehidrasi. Sebab, dehidrasi akan sangat mengganggu mekanisme pertahanan alamiah pada saluran napas.

"Selalu mengkonsumsi buah-buahan, kurma dan air zam-zam secara teratur untuk memelihara asupan kalori dan cairan," katanya.

Selain itu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun sebagai upaya pengendalian infeksi. Ini merupakan bagian dari perilaku hidup sehat.

Enny mengatakan, membatasi aktivitas berlebihan di luar pemondokan untuk mengurangi kontak dengan debu dan sengatan panas sangat dianjurkan. Selain itu, membiasakan penggunaan masker untuk menghindari penularan dan mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok.

"Karena polusi asap rokok dapat merusak struktur dan pertahanan alamiah saluran napas," katanya.

"Bila dalam waktu 10-14 hari setelah balik ke Tanah Air dan mengalami keluhan pernapasan, segera berkonsultasi ke dokter," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini