Peningkatan Kualitas Ibadah Haji Harus Dilakukan Sejak Kini

Ahad , 18 Aug 2019, 13:43 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Wakil Amirul Hajj, Busyro Muqoddas saat mengunjungi jamaah haji asal embarkasi SOC di Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah, Sabtu (3/8).
Wakil Amirul Hajj, Busyro Muqoddas saat mengunjungi jamaah haji asal embarkasi SOC di Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah, Sabtu (3/8).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Pihak Kementerian Agama (Kemenag) mengaku akan terus berfokus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang. Wakil Amirul Hajj Busyro Muqoddas menjelaskan, penyiapan materi tentang peningkatan kualitas ibadah sudah seharusnya dilakukan sejak sekarang.

 

Menurut Busyro, berdasarkan hasil evaluasi dari tim Amirul Hajj Indonesia, ke depannya memang perlu materi tambahan selain tentang fikih haji. Misalnya, ihwal bagaimana setelah berhaji kemabruran tiap jamaah berdampak secara sosial kemasyarakatan yang lebih luas.

Terkait

“Perlu ada materi ini dan disiapkan sejak dari sekarang,” kata pria yang pernah menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu, Ahad (19/8).

Baca Juga

Menurut Busyro, setelah berhaji diharapkan jamaah mengembangkan nilai kemabruran tidak hanya untuk muslim saja. Tetapi juga di luar itu.

“Jadi pascahaji itu ada dampak positif untuk masyarakat tetapi juga untuk lingkungan, pendidikan, ekonomi dan panduannya dari sekarang dirumuskan. Mudah-mudahan tahun depan direalisasi,” kata Busyro.

Sebelumnya, Kemenag  akan memfokuskan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun depan untuk peningkatan kualitas ibadah. Jamaah tidak hanya diberikan materi-materi terkait dengan tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga makna yang terkandung di dalam setiap amalan haji.

Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyebut penyelenggaraan ibadah haji terkait pelayanan kepada jamaah seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi, sudah baik. Dan, itu harus diperkuat dengan peningkatan kualitas ibadah para jamaah.

“Saya menyatakan bahwa tahun depan harus kita jadikan tahun peningkatan kualitas ibadah,” kata Lukman usai Exit Meeting sekaligus evaluasi awal penyelenggaraan haji di Kantor Urusan Haji, di Jeddah, Sabtu (17/8).

Karena itu, buku-buku manasik haji harus  lebih lengkapi tidak hanya terkait tata cara berhaji . Tetapi, akan ditambah  dengan pembelajaran  terkait hal-hal yang lebih substantif yang lebih krusial dari ritual prosesi haji yang sangat panjang tahapannya ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini