10 Rabiul Awwal 1442

3.178 Jamaah Haji Embarkasi Makassar Sudah Pulang

Jumat , 23 Aug 2019, 19:12 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji pulang dengan nikmati layanan 'Eyab'.
Jamaah haji pulang dengan nikmati layanan 'Eyab'.

IHRAM.CO.ID, MAKASSAR— Sebanyak 3.178 jamaah haji Embarkasi Makassar yang tergabung dalam tujuh kloter kembali ke Tanah Air. 

 

Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Ikbal Ismail, yang juga PPIH Embarkasi Debarkasi Makassar di sela penerimaan jamaah haji kloter 7 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (23/8), menjelaskan jamaah haji yang sudah tiba di Makassar, sebanyak 1.090 orang laki-laki dan 2.088 perempuan.

Baca Juga

Sementara ada yang ditunda kepulangan karena sakit dan 70 persen yang mengalami sakit itu berusia lanjut.

Dia menjelaskan, kondisi jamaah lansia yang berisiko tinggi, mendapatkan perhatian khusus dari petugas kesehatan haji baik ketika masih berada di Tanah Air maupun saat berada di tanah suci Makkah dan Madinah.

Sementara jamaah haji kloter 7 yang berasal dari Maluku Utara tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar 03.56 Wita atau lebih lambat sekitar 60 menit dari jadwal yang telah ditetapkan.

Jamaah haji Kloter 7 asal Provinsi Maluku Utara ini berisi 454 orang jamaah haji termasuk petugas kloter yang berasal dari 4 Kab/Kota yakni Halmahera Barat, Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, dan Sula.

Kloter 7 Upg ini merupakan Kloter yang pertama jamaah hajinya berasal dari luar Provinsi Sulawesi Selatan setelah enam loter sebelumnya semuanya berasal dari Sulsel.

Pada pidato sambutan, Ikbal mewakili PPIH Debarkasi Makassar, meminta agar jamaah tetap menjaga ibadahnya serta dapat menjadi panutan di masyarakat setelah menyandang status sosial sebagai seorang haji atau hajjah.

"Perlihatkanlah contoh terbaik di lingkungan keluarga dan di tengah masyarakat, sehingga gelar hajinya betul betul memberikan manfaat di tengah umat," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Gubernur Maluku Utara, Abd Gani Kasubayang. Dia mengatakan, jamaah selepas berhaji dan kembali ke lingkungannya hendaknya dapat menjaga tutur kata, sikap dan perilakunya, sehingga dapat menjadi contoh yang baik.

Pada Kloter 7 ini terdapat empat orang jamaah yang meninggal dunia yaitu tiga orang yang meninggal di Makkah Arab Saudi dan satu orang meninggal di Embarkasi Makassar sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Adapun nama jamaah yang wafat semua dari Tidore Kepulauanadalah Suhaemi Kadir (59 Tahun), Fatma Thalib Arilaha (71 Tahun), Hasanuddin Yusuf (56 Tahun), dan Nur Hasan (79 Tahun).

 

 

widget->kurs();?>