Peran Penting Pos Kesehatan di Jeddah

Senin , 02 Sep 2019, 09:49 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Agung Sasongko
Petugas memberikan perawatan kepada jamaah haji Indonesia yang sebagian besar akibat kelelahan dan dehidrasi di Posko Kesehatan Mekkah, Arab Saudi, Minggu (11/8/2019
Petugas memberikan perawatan kepada jamaah haji Indonesia yang sebagian besar akibat kelelahan dan dehidrasi di Posko Kesehatan Mekkah, Arab Saudi, Minggu (11/8/2019

IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Pos Kesehatan Hujjaj di Jeddah sangat berperan dalam melayani para jamaah haji sakit sebelum diterbangkan ke Tanah Air. Anggota Tim Promotif Preventi (TPP) Aji Muharman mengatakan, fasilitas di pos kesehatan itu telah banyak membantu memulihkan kondisi kesehatan jamaah haji yang telah bersiap pulang ke Indonesia.

 

"Pos kesehatan ini terletak di kawasan Madinatul Hujjaj dan sudah beroperasi sejak tahun 2005," katanya saat dihubungi belum lama ini.

Terkait

Aji mengungkap, di Jeddah, Indonesia tidak memiliki Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) seperti halnya di Makkah dan Madinah. Namun, untuk mengantisipasi kondisi kesehatan jamaah yang semakin memburuk, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan Pos Kesehatan Hujjaj di Jeddah. 

Menurutnya, selama proses kepulangan jamaah gelombang pertama yang diterbangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah, sejumlah jamaah haji mengalami gangguan kesehatan.

"Sehingga saat menjelang waktu kepulangannya jamah itu arus menjalani perawatan kesehatan dulu, sebelum dapat kembali ke Tanah Air," kata Aji.

Dihubungi secara terpisah Penanggung Jawab Pos Kesehatan Jeddah, Andi Arjuna mengatakan, pelayanan kesehatan di Pos kesehatan jamaah itu berupa stabilisasi kondisi kesehatan jamaah.

"Di pos kesehatan ini tersedia 10 tempat tidur. Untuk melayani jamaah haji Indonesia yang sakit sudah ada sembilan tenaga kesehatan yang bersiaga," katanya.

Tenaga kesehatan terdiri dari satu orang dokter spesialis penyakit dalam, satu dokter spesialis syaraf, dua dokter umum dan lima perawat. Pos kesehatan ini juga dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung medis seperti obat-obatan, emergency kit, dan ambulan.

Pos kesehatan ini bersifat sementara. Masa operasionalnya sejak masa kepulangan jamaah haji gelombang pertama pada 17 Agustus 2019 hingga akhir masa kepulangan jemaah haji melalui Jeddah pada 1 September 2019 mendatang. 

Meski terhitung singkat, sampai dengan Jumat (30/8) malam waktu setempat, pos kesehatan Jeddah telah melayani 148 jemaah haji Indonesia. “Penyakit terbanyak yang ditangani ialah dementia, PPOK dan stroke," kata Arjuna.

Arjuna menuturkan, keberadaan Pos Kesehatan Hujjaj di Jeddah terbukti sangat membantu mengembalikan status kesehatan jemaah haji Indonesia, sehingga kondisinya laik terbang dan dapat bersama-sama lagi dengan kelompok terbangnya untuk kembali ke Indonesia.