10 Rabiul Awwal 1442

Sapuhi: Kebijakan Askhara Monopoli Penjualan Tiket Umrah

Jumat , 06 Dec 2019, 16:26 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia - Ari Askhara
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia - Ari Askhara

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Pengurus Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SapuhI) bidang hubungan luar negeri Riza Palupi menanggapi pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara. Menurutnya banyak kebijakan yang dibuat Ari Askhara merugikan negara dan masyarakat khususnya bidang penyelenggaraan ibadah umrah.

 

Baca Juga

"Kebijakan Dirut AA banyak sekali merugikan negara khusunya masyarakat di ruang lingkup bidang umrah," kata Riza saat berbincang dengan Republika, Jumat (6/12).

Riza mengatakan, kebijakan Ari Askhara yang dinilai telah merugikan sebagian pengusaha Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) itu adalah, Ari telah menunjuk lima travel besar untuk menjual tiket garuda. Menurutnya sistem monopoli inilah membuat pengusaha di luar lima travel besar itu merugi termasuk negara sendiri.

"Khususnya monopoli kebijakan yang dibuat oleh salah satu oknum garuda yang membuat pangsa pasar garuda sendiri turun," katanya.

Katanya, kenapa keuangan garuda merugi, karena setelah dikeluarkan kebijakan hanya lima travel besar yang dapat menjual tiket umrah, garuda menjadi tidak bisa menyerap pasar umrah di beberapa daerah di Indonesia. Atas kebijakan monopoli itu, beberapa penerbangan umrah di daerah tutup.

"Harusnya garuda sudah jalan seperti flight  Solo, Balikpapan, Makasar untuk umrah itu banyak disetop di bulan Januari kemarin," katanya.

Semua itu terjadi karena kebijakan Ari yang melakukan monopoli penjualan tiket. Padahal kebijakan itu membuat untung penjualan tiket maskapai yang lain terutama di daerah-daerah.

"Jadi kebijakannya memperkuat pasar kompetitor, jadi yang masuk Malaysia Airlanes, Lion Air, padahal pasa umrah itu peluang buat garuda untuk memaksimalkan penjualannya," katanya.

Riza berpendapat, pemecatan Ari sekarang ini tidak terlepas dari kebijakan monopoli terhadap penjualan tiket. Ia menduga barang-barang yang dibeli itu hasil dari kebijakan monopoli.

"Maksudnya uang yang diuntungkan dari cara gak halal itu, monopoli itu akhirnya dia beli-beli buat yang kaya gitu," katanya.

Menurutnya, kendaran mahal seperti Harley merupakan salah satu dari banyak modus penyelewangan yang di garuda. Selanjutnya, pihak berwajib harus bisa mengungkap modus-mudus lainnya.

Republika sudah berulangkali menghubungi Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara yang telah dicopot dan juga VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan namun tak jua mendapat respons.

 

widget->kurs();?>