Manasik Haji Diusulkan Berbasis Masjid

Jumat , 24 Jan 2020, 20:30 WIB Reporter :Febryan A/ Redaktur : Muhammad Hafil
Calon jamaah haji (calhaj) sedang mengikuti bimbingan manasik haji (ilustrasi).
Calon jamaah haji (calhaj) sedang mengikuti bimbingan manasik haji (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat haji dan umrah Indonesia, Ade Marfuddin, berharap pemerintah tak hanya fokus pada peningkatan fasilitas haji. Kualitas ibadah jamaah, kata dia, juga harus mulai diperhatikan.

 

Terkait

Menurut Ade, peningkatan kualitas ibadah jamaah itu bisa dilakukan dengan perbaikan formula dan metode pembinaan jamaah sebelum berangkat. Sebab, kata dia, kunci ibadah itu ada di pembinaan. Sehingga, jamaah memahami semua ibadah yang nantinya dilaksanakan di Tanah Suci.

Baca Juga

“Jadi pendidikan manasik haji itu bukan hitungan kali seperti 8 kali cukup. 1 atau 2 tahun belum tentu cukup kalau mau sempurna ibadahnya," kata Ade kepada Republika, Jumat (24/1).

Salah satu caranya, usul Ade, adalah dengan membuat konsep pembinaan jamaah haji berbasis masjid. Yakni konsep pembinaan yang langsung menyasar jamaah di setiap masjid dekat kediaman mereka.

"Setiap sebelum Jumat atau setelah Jumat ada pengajian haji. Hal seperti ini harus dibuat masif oleh pemerintah," kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Adapun untuk pembiayaannya, ia berharap Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mau mengambil tanggung jawab. Sehingga, kegiatan bimbingan haji berbasis masjid itu bisa dinikmati jamaah secara gratis.

Ade menilai, BPKH memang sudah seharusnya menyalurkan dana atau mengadakan konsep pelatihan jamaah seperti itu. Tidak hanya fokus pada pengelolaan dan investasi dana jamaah untuk subsidi fasilitas.

"Bukan hanya uang diinvestasikan, tapi bagaimana BPKH meningkatkan kualitas jamaah sebelum berangkat. Harusnya dikembalikan ke sana dalam bentuk bimbingan berbasis masjid," kata Ade.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini