Madrasah Haji Kemenag Jembrana Bali Siap Bina Calon Jamaah

Rabu , 29 Jan 2020, 15:19 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Seorang jamaah haji sedang melakukan selfie atau swafoto dari lantai 2 Masjid Al Haram, Makkah, Kamis (25/7). Sementara di lantai bawah, terlihat jamaah haji sudah memadati pelataran Masjid Al Haram untuk thawaf.
Seorang jamaah haji sedang melakukan selfie atau swafoto dari lantai 2 Masjid Al Haram, Makkah, Kamis (25/7). Sementara di lantai bawah, terlihat jamaah haji sudah memadati pelataran Masjid Al Haram untuk thawaf.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Bali meluncurkan Madrasah Haji. Madrasah Haji Bali ini menjadi yang ketiga berdiri setelah Lampung dan Banten.

 

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana Bali, Muslihin, mengatakan salah satu fungsi diluncurkannya Madrasah Haji tahun ini adalah untuk mendukung tercapainya program manasik haji sepanjang hayat di Provinsi Bali.

Terkait

"Sebab, dengan berdirinya madrasah tersebut, dapat mendukung program manasik sepanjang tahun, yang akhir-akhir ini sedang digalakkan pemerintah," kata Muslihin melalui keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (28/1).

Baca Juga

Salain itu, kata Muslihin, didirikannya Madrasah Haji Indonesia ini untuk meningkatkan kualitas program manasik haji sepanjang tahun. 

Program ini selaras dengan tujuan Kementerian Agama yang ingin jamaah hajinya cerdas secara spiritual dan mental. 

"Maka dari itu kurikulum madrasah yang disediakan sekolah ini disesuaikan dengan kurikulum manasik haji Kementerian Agama," ujarnya.

Pendiri Madrasah Haji, KH Fathurrahim, menjelaskan setiap calon jamaah yang mengikuti program ini akan mendapat sertifikat. Sertifikat diberikan sebagai tanda telah lulus mengikuti bimbingan di Madrasah Haji.   

Dia memastikan, setiap peserta yang ikut itu tak terbatas pada calon jamaah yang masuk porsi berangkat tahun ini. Akan tetapi semua calon jamaah yang mendaftar haji pada 2019, 2018, dan 2017 juga sudah banyak yang mendaftarkan dirinya dan bersedia ikut program ini.   

Sementara itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI), HM Affan Rangkuti, mengapresiasi telah dibentuknya Madrasah Haji Indonesia. 

Menurutnya, meskipun pengurus wilayah FKAPHI di Provinsi Bali belum terbentuk, namun program SHI yang digagas pengurus FKAPHI ini telah dibentuk.  

Bahasa sebenarnya, kata Affan, adalah Sekolah Haji Indonesia, akan tetapi Jembrana lebih suka memakai kata Madrasah. Meski demikian hal itu tidak menjadi soal, karena yang terpenting tujuan utama dari didirikannya Madrasah Haji ini tercapai. 

"Semoga Provinsi Bali secepatnya membentuk FKAPHI agar sinergitas antar lembaga berjalan tanpa hambatan. Sebelumnya sekolah haji ini sudah berdiri dan sudah berjalan di Lampung dan Banten. Bali menjadi yang ketiga," katanya.