Doa Jamaah Umrah di Baitullah Soal Virus Corona

Jumat , 07 Feb 2020, 13:30 WIB Reporter :Imas Damayanti/ Redaktur : Muhammad Hafil
Doa Jamaah Umrah di Baitullah Soal Virus Corona. Foto: Baitullah di musim umrah
Doa Jamaah Umrah di Baitullah Soal Virus Corona. Foto: Baitullah di musim umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Wabah virus corona yang menjangkit China memang menimbulkan duka bagi dunia. Bagi jamaah umrah asal Indonesia, wabah tersebut menjadi pengingat akan pentingnya bersandar kepada Yang Maha Kuasa atas apapun yang tengah dihadapi di dunia.

 

Salah satu jamaah umrah asal Tasikmalaya, Piat Supriatna (33 tahun) mengatakan, ketika dirinya melaksanakan ibadah umrah isu corona tak sama sekali menyurutkan niatnya untuk beribadah. Dia bersama para jamaah lainnya justru kerap berdoa agar virus tersebut segera dapat ditangani dengan baik.

Terkait

Piat pun menceritakan perjalanannya saat menjalankan ibadah umrah. Piat berangkat pada 15 Januari 2020 dari Jakarta dengan pesawat yang bertransit di Etiopia. Selama di negara tersebut, para pemandu umrah serta petugas imigrasi sempat mengingatkannya untuk tak makan makanan sembarangan sebab adanya perbedaan standar kesehatan antara Indonesia dengan Ethiopia.

Baca Juga

Perjalanan pun dilanjutkan dari Ethiopia ke Jeddah. Meski informasi mengenai wabah corona telah meramaikan media sosialnya, Piat mengaku tak mendapatkan instruksi khusus yang berlebihan dari pihak bandara Jeddah saat memeriksanya masuk ke Arab Saudi.

Enggak ada pemeriksaan yang bagaimana-bagaimana, biasa aja,” kata Piat saat dihubungi Republika, Rabu (5/2).

Tak hanya pada saat kedatangan, dirinya juga mengaku tak pernah mendapatkan perlakuan khusus yang berlebihan dengan dalih kesehatan atau pemeriksaan kesehatan. Para jamaah menurutnya hanya diberikan imbauan menjaga kesehatan dalam takaran yang wajar.

“Disuruh jaga kesehatan saja selama beribadah, sebab cucaca lagi dingin-dinginnya,” ungkapnya.

Dia menyebut, saat itu suhu di Arab Saudi mencapai 12 derajat celcius. Sehingga kendala satu-satunya hanyalah pada cuaca dingin yang tak biasa yang juga berbeda dari cuaca di Indonesia. Secara garis besar, kata dia, para jamaah di sekitar Ka’bah pun tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

“Kami berdoa, karena ada corona, mudah-mudahan seluruh umat Muslim terhindar dari itu (corona). Dan semoga virusnya segera bisa diselesaikan, ketemu vaksinnya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, salah satu jamaah umrah asal Jakarta dari travel Az-Zahra Maria Ulfah mengatakan, tak ada imbauan berlebihan mengenai kesehatan bagi para jamaah umrah Indonesia. Meski Arab Saudi juga pernah mencatatkan wabah serupa yakni Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada 2012 silam, hal itu tak menciutkan niatnya untuk berumrah.

“Pasrah saja sama Allah, informasinya kayak sama (corona dan MERS) kata orang-orang, tapi yang penting kan jaga kesehatan dan berdoa,” kata dia.

Tak hanya itu, dia pun mengaku kerap berhati-hati apabila hendak menggunakan sesuatu yang bukan miliknya. Ulfah bahkan nyaris tak pernah menggunakan barang-barang yang memang tak diketahui milik siapa.

“Tapi paling sering sih saya pakai barang sendiri, jaga-jaga kesehatan saja. Saya kan enggak tahu riwayat penyakit orang seperti apa ya,” pungkasnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan seorang dokter bernama Ali Mohamed Zaki, terdapat kecurigaan mengenai keterkaitan virus corona dengan MERS. Dilansir dari The Guardian, Dokter asal Mesir itu menyebut bahwa virus corona bisa muncul dengan berbagai genom dan dapat menjadi penyebab munculnya penyakit yang serupa.

Dia menarik kesimpulan bahwa virus corona yang kini merebak di Wuhan, China, justru menjadi penyebab utama munculnya penyakit MERS di Arab Saudi dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang juga terjadi di Cina. Pada kurun 2021-2013, dia menaruh curiga dengan virus jenis baru itu.

Hingga penelitiannya baru-baru ini menyimpulkan, virus corona genom yang diteliti itu diberi nama MERS. Yang mana virus itu berasal dari sumber virus mematikan yang bernama corona. Hingga saat ini virus corona yang awalnya merebak di China telah menyebar ke berbagai negara. Sehingga sejumlah negara memperketat negaranya dengan menggulirkan berbagai kebijakan dan aturan yang dapat memproteksi warganya.

Hingga kini, terdapat 10 negara yang telah terjangkit virus corona. Sehingga kehadiran wabah tersebut menjadi ancaman serius bagi dunia internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini