200 Agen Travel di Jabar Terkena Dampak Larangan Umroh

Jumat , 28 Feb 2020, 12:21 WIB Reporter :Muhammad Fauzi Ridwan/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Umroh (ilustrasi)
Umroh (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, BANDUNG- Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat mendata kurang lebih 200 agen travel terkena dampak dari kebijakan pemerintah Arab Saudi tentang larangan bagi jemaah untuk beribadah umroh sementara waktu. Hal itu mengantisipasi wabah penyebaran virus corona.

 

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jabar, Ajam Mustajam mengungkapkan Kemenag pusat meminta seluruh wilayah mendata agen travel yang akan memberangkatkan jemaah pasca larangan tersebut ada. Menurutnya, diperkirakan sudah banyak agen travel yang sudah memesan tiket pesawat dan akomodasi dalam waktu dekat.

Terkait

 

Baca Juga

"Kisaran 200 travel, untuk jamaah saya belum bisa memastikan kemungkinan puluhan ribu jamaah. Di bulan Rajab trennya naik, termasuk di bulan puasa dan libur sekolah," ujarnya, Jumat (28/2) saat dihubungi.

 

Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui jumlah jamaah yang akan berangkat umrah dalam waktu dekat ini. Menurutnya, jamaah diharapkan bersabar dengan adanya pelarangan ibadah umrah sementara waktu mengantisipasi virus corona. 

 

"Mudah-mudahan yang daftar dan booking juga siap berangkat pasca pelarangan jumlahnya tidak banyak," ungkapnya.

 

Ajam menambahkan Kemenag pusat baru mengintruksikan pendataan agen travel dan belum ada arahan lainnya. Terkait dengan kerugian yang dialami jemaah, menurutnya itu merupakan kewenangan agen travel. 

 

"Pemerintah memberikan perlindungan dan kepastian hukum. Kepastian ganti rugi dan lainnya ada di pihak travel," ungkapnya.

 

Sejauh ini, ia menambahkan belum menerima pengaduan dari jemaah yang merasa dirugikan akibat larangan ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi sementara waktu. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan demi keselamatan jemaah.

 

"Mau tidak mau semua harus menerima," ungkapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini