Lion Air Tunda Sementara Penerbangan ke Arab Saudi

Jumat , 28 Feb 2020, 15:18 WIB Reporter :Rahayu Subekti/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Sejumlah calon penumpang antre naik ke pesawat maskapai Lion Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/7/2019).
Sejumlah calon penumpang antre naik ke pesawat maskapai Lion Air di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/7/2019).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Maskapai Lion Air mulai hari ini (28/2) menunda sementara penerbangan internasional internasional dari Indonesia menuju Arab Saudi. Hal tersebut menyusul keputusan pemerintah Arab Saudi yang menutup sementara akses umrah.

 

"Lion Air menghentikan sementara semua layanan penerbangan umrah dari 13 kota keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Danang, Jumat (28/2).

Terkait

Danang memastikan Lion akan mematuhi sesuai dengan pemberitahuan resmi dari pihak regulator Kerajaan Arab Saudi General Authority of Civil Aviation (GACA) dan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Begitu juga dengan surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang Penghentian Sementara Rute Penerbangan ke Saudi Arabia.

"Lion Air tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, regulator, dan ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional," ujar Danang.

Danang memastikan hal tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi kualifikasi aspek keselamatan. Begitu juga dengan ketentuan keamanan dan kenyamanan penerbangan.

Dia menambahkan keputusan penghentian penerbangan sementara tersebut juga dilakukan dalam rangka tindakan preventif dan proaktif. "Ini untuk mengutamakan faktor keselamatan awak pesawat dan para tamu jamaah serta menangkal masuk penyebaran virus korona," jelas Danang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan akan memprioritaskan hak jamaan umrah yang penerbangannya terdampak akibat kebijakan tersebut. Setelah hal tersebut diprioritaskan, Budi memastikan baru pemerintah akan membahas kerugian yang muncul akibat batalnya penerbangan umroh.

Budi menegaskan keselamatan para penumpang yang terdampak tersebut menjadi fokus utama. “Supaya jangan sampai jemaah kita itu tertular atau sebaliknya di Arab Saudi itu agar tidak menjadi suatu tempat konsentrasi terjadinya wabah,” ujar Budi.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini