Kemenag Lobi Saudi Perpanjang Visa Jamaah Umroh

Jumat , 28 Feb 2020, 15:25 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Calon Jamaah Umroh menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020).
Calon Jamaah Umroh menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan beberapa hal terkait penutupan sementara umroh ke Arab Saudi. Salah satunya mengenai visa umroh yang sudah dikeluarkan maupun sedang diproses Pemerintah Saudi.

 

"Pemerintah telah meminta ke pemerintah Arab Saudi untuk mempertimbangkan agar dapat diterbitkan ulang atau diperpanjang visanya tanpa tambahan biaya," ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim, saat dihubungi Republika, Jumat (28/2).

Terkait

Ia juga menyebut sebanyak 2.393 jamaah umrah gagal berangkat, Kamis (27/2) kemarin. Adapun pemberitahuan penutupan umrah sementara dikeluarkan secara mendadak oleh Pemerintah Saudi di hari yang sama.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan antara Kementerian Koordinasi PMK, Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Asosiasi PPIU, serta perwakilan maskapai penerbangan, disepakati penghentian sementara ini bersifat mendadak dan untuk pertimbangan kesehatan umat muslim yang lebih besar.

Kepada pihak maskapai penerbangan, disepakati tunduk kepada Montreal Cnvention 1999 yang diratifikasi melalui Perpres Nomor 95 tahun 2016 dimana kewajiban pengangkut ditulis jelas di dalamnya.

Maskapai tidak akan meminta biaya tambahan akibat penundaan sementara ini pun menghanguskan tiket keberangkatan maupun kepulangan jamaah yang terdampak akibat kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Saudi.

Kasubdit Pengawasan Haji Khusus dan Umrah, Noer Alya Fitra menyebut hari ini total 1.078 jamaah dari 35 PPIU gagal berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. 714 jamaah lain gagal berangkat dari Solo, Medan, Surabaya, dan Lombok. Sementara kemarin, 2.500 jamaah sempat berangkat ke Arab Saudi.

Bagi jamaah yang melakukan penerbangan direct atau langsung ke Arab Saudi, masih bisa diterima dan melanjutkan ibadah umrahnya. Namun, jamaah yang melakukan transit di negara ketiga, akan dipulangkan kembali ke Indonesia.

Ia juga menyebut dalam rapat lintas kementerian, PPIU, dan maskapai ini disepakati jamaah tetap akan diberangkatkan ke Arab Saudi saat status larangan ibadah umroh dicabut oleh pemerintah Saudi. "Disepakati bahwa keberangkatan jamaah nantinya tidak menambah biaya untuk perjalanan ibadah umroh," ujarnya.

Sementara bagi jamaah umroh yang ingin membatalkan perjalanan umrohnya, disebut dapat diupayakan melalui PPIU masing-masing. Noer Alya Fitra memastikan maskapai penerbangan akan membantu kepentingan jamaah dalam rangka kepeduliannya terhadap permasalahan umrah yang terjadi saat ini.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini