Soal Larangan Umroh, Jubir Wapres: Pemerintah Proaktif Lobi

Sabtu , 29 Feb 2020, 00:04 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (7/2).
Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (7/2).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Wakil Presiden RI, Masduki Baidlowi mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia sedang proaktif melobi pemerintah Arab Saudi agar jamaah Indonesia tetap bisa melaksanakan ibadah umroh. Karena, menurut dia, Indonesia termasuk salah satu negara yang tidak terdampak virus corona.

 

"Kami dari pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah untuk proaktif melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi bagaimana agar ada semacam kebijakan terhadap Indonesia," ujar Masduki saat ditemui dalam acara talkshow bertajuk "Peci dan Kopi" di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Terkait

Menurut dia, salah satu kriteria negara yang dilarang pemerintah Arab Saudi dalam memberangkat jamaahnya adalah negara yang terdampak virus corona. Sedangkan Indonesia, menurut dia, tidak terdampak virus mematikan tersebut.

Baca Juga

"Alhamdulillah bahwa Indonesia tidak termasuk negara yang terdampak oleh virus corona. Ini saya kira satu modal untuk melakukan negosiasi kepada pemerintah Arab Saudi supaya tidak menjadi bagian dari negara yang dilarang," ucap Masduki.

Wasekjen PBNU ini menjelaskan, pelarangan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi merupakan bentuk kebijakan terbaru terhadap semua turis asing, baik yang non ibadah maupun yang mau beribadah umrah. Menurut dia, kebijakan itu wajar karena Arab Saudi juga mempunyai hak untuk melindungi warganya dari virus corona.

"Itu adalah wilayah dan hak dari negara Arab Saudi. Dan kita sebagai negara lain harus juga menghormati terhadap kebijakan yang dikeluarkan Arab Saudi," katanya.

Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memastikan sampai kapan pelarangan tersebut akan diberlakukan. Namun, Masduki berharap semua jamaah umrah Indonesia bisa kembali berangkat ke tanah suci secepatnya. "Sampai kapan kita tidak tahu. Tapi kita berharap makin cepat makin bagus karena pelarangan itu bisa berdampak kepada masalah-masalah ekonomi yang ada di Indonesia," jelas Masduki.

Seperti diketahui, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah mengeluarkan informasi larangan jamaah umroh di negaranya pada Kamis (27/2). Larangan tersebut dikeluarkan setelah negara-negara tetangganya telah lebih dulu mengkonfirmasi adanya korban virus corona. 

Oleh karena itu, larangan umroh juga berlaku bagi negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) menggunakan kartu ID Nasional memasuki Arab Saudi. Negara GCC yakni, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini