Akses Umroh Ditutup, Kemenag Bandung Belum Terima Aduan

Ahad , 01 Mar 2020, 20:08 WIB Reporter :Muhammad Fauzi Ridwan/ Redaktur : Ani Nursalikah
Akses Umroh Ditutup, Kemenag Bandung Belum Terima Aduan. Sejumlah calon jamaah umroh yang batal berangkat ke Jeddah lewat Malaysia tiba di Terminal Kedatangan Penumpang Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Jumat (28/2/2020).
Akses Umroh Ditutup, Kemenag Bandung Belum Terima Aduan. Sejumlah calon jamaah umroh yang batal berangkat ke Jeddah lewat Malaysia tiba di Terminal Kedatangan Penumpang Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Jumat (28/2/2020).

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Arab Saudi resmi menutup akses jamaah umroh dari berbagai negara hingga 13 Maret mendatang. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19 yang sudah menyebar ke puluhan negara di seluruh dunia.

 

Terkait

Jamaah Indonesia serta agen travel menjadi salah satu yang terkena dampak. Mereka yang sudah dinyatakan siap berangkat harus menunda keberangkatan hingga batas waktu yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi tersebut.

Baca Juga

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung Yusuf Umar mengaku belum menerima laporan aduan dari calon jamaah dan agen travel yang terkena dampak. "Belum ada (laporan)," ujarnya saat dihubungi, Ahad (1/3).

Kemenag Jawa Barat mendata kurang lebih 200 agen travel terkena dampak dari kebijakan pemerintah Arab Saudi tentang larangan bagi jamaah untuk beribadah umrah sementara waktu. Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jabar Ajam Mustajam mengungkapkan Kemenag pusat meminta seluruh wilayah mendata agen travel yang akan memberangkatkan jamaah pascalarangan tersebut ada. Menurutnya, diperkirakan sudah banyak agen travel yang sudah memesan tiket pesawat dan akomodasi dalam waktu dekat.

"Untuk jamaah saya belum bisa memastikan kemungkinan puluhan ribu jamaah. Di Rajab trennya naik, termasuk di bulan puasa dan libur sekolah," ujarnya, Jumat (28/2) saat dihubungi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini