Umroh Ditutup, Garuda Pastikan tak Merugikan Jamaah

Senin , 02 Mar 2020, 18:44 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Calon jemaah umroh menunggu kepastian keberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2).
Calon jemaah umroh menunggu kepastian keberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- PT Garuda Indonesia belum memiliki kebijakan baru terkait larangan umroh. Garuda hanya memberikan kebijakan bagaimana jamaah tidak dirugikan dengan adanya larangan umroh oleh Pemerintah Saudi. 

 

"Policy-nya yang penting jamaah tidak dirugikan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi Republika, Senin (2/3).

Terkait

Irfan Setiaputra menuturkan, kebijakan yang diambil Garuda Indonesia atas keputusan Saudi melarang orang asing masuk wilayahnya sebagai upaya mencegah virus Corona, yakni dengan menjadwalkan ulang, meski tiket pesawat sudah issued. "Kita reschedule," katanya.

Seperti diketahui selain Garuda Indonesia, maskapai yang menerbangkan jamaah umroh dari seluruh wilayah Indonesia atau rute Jeddah dan Madinah di antaranya Emirate, Turkish, Etihad, Saudi Airlines

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan In Bound Indonesia (Asphurindo) Luqman Nyak Neh menyampaikan rangkuman kebijakan airline mengenai penutupan umroh, tiket rute Indonesia Jeddah dan Madinah. Misalnya kata dia, Emirates (EK) tidak bisa ganti tanggal, tidak bisa ganti jadwal.

Namun maskapai ini hanya bisa refund dan memberlakukan untuk tiket dengan keberangkatan sampai 15 Mar 2020. Sementara Etihad (EY) kata dia, mengeluarkan kebijakan mengganti tanggal diperbolehkan hanya 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan. Artinya ganti rute diperbolehkan hanya 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan untuk perubahan rute, harga tiket akan dikalkulasi ulang. 

Akan ada biaya tambahan jika terdapat selisih harga pada rute baru refund diperbolehkan tanpa dikenakan biaya untuk refund sebagian, besarnya pengembalian akan dikalkulasi ulang. Semua perubahan berlaku untuk keberangkatan sampai 30 Juni 2020.

Sementara Turkish (TK) mengeluarkan kebijakan mengganti tanggal diperbolehkan dan ganti rute diperbolehkan. Namun refund tidak diperbolehkan. Sementara Saudi Airlines bisa refund dan reschedule.  Untuk Garuda (GA) kata Luqman, mengganti tanggal diperbolehkan hanya 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan.

Pergantian tanggal diperbolehkan hanya untuk keberangkatan sampai 30 Jun 2020 dan berlaku blackout di periode high season. Ganti rute diperbolehkan hanya 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan jika perubahan rute mendapat kelas yang lebih tinggi maka akan dikenakan biaya untuk selisih harganya.

"Info berikut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan dari masing-masing airlines," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini