Kiai Said Tanggapi Kemungkinan Haji Bila Terdampak Corona

Jumat , 06 Mar 2020, 17:40 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj, apresiasi langkah Saudi sterilkan Masjid Al Haram dan Masjid Nabawi.
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj, apresiasi langkah Saudi sterilkan Masjid Al Haram dan Masjid Nabawi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengapresiasi langkah pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah umroh, setelah merebaknya virus corona. 

 

Terkait

Menurutnya, langkah tersebut, tepat diambil karena bagian untuk menyelamatkan umat Islam dari serangan virus corona.  "Justru pemerintah Saudi (Arabia) menyelamatkan umat Islam yang akan pergi ke sana. Karena di sana belum terjamin, belum betul-betul steril dari corona. Makanya di sana disetop dulu," kata Said ditemui seusai Shalat Jumat di Masjid Polda Jatim, Surabaya, Jumat (6/3). 

Baca Juga

Said Aqil berharap, serangan virus corona bisa segera berakhir, sehingga tidak mengganggu proses pelaksanaan ibadah haji. Namun, kata dia, jika pun nantinya ibadah haji tetap tidak bisa dilaksanakan karena wabah virus corona, menurutnya tidak masalah. Karena itu merupakan udzur syari.

"Mudah-mudahan ada dong (ibadah haji). Kita lihat perkembangannya. Kalau pun terganggu itu gak apa-apa  karena adanya udzur syari. Kehendak Allah bukan kehendak kita. Adanya corona kehendak Allah. Gak apa-apa niat baik kan sudah dapat pahala," ujar Said Aqil. 

Said Aqil juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik terkait mewabahnya virus corona. Menurutnya, masyarakat harus tetap tenang, dengan memperbanyak doa. 

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjalankan prilaku hidup sehat. "Jangan panik mengapa panik. Kita tetap waspada, jaga kebersihan, makan sehat olahraga, Insya Allah sehat," ujar Said Aqil.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini