24 Zulhijjah 1441

Antrean Daftar Tunggu Haji di Lebak 20 Tahun

Rabu , 11 Mar 2020, 09:18 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Antrian Daftar Tunggu Haji di Lebak 20 Tahun. Foto: Sejumlah warga melakukan pendaftaran untuk berangkat haji di Kantor Kementerian Agama (Ilustrasi)
Antrian Daftar Tunggu Haji di Lebak 20 Tahun. Foto: Sejumlah warga melakukan pendaftaran untuk berangkat haji di Kantor Kementerian Agama (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Kantor Kementerian Agama mencatat daftar tunggu pemberangkatan haji di Kabupaten Lebak, Banten, untuk melaksanakan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, mencapai 20 tahun dari jumlah pendaftar sebanyak 14 ribu orang.

 

Baca Juga

"Kami mendorong warga yang mampu ekonomi segera mendaftarkan calon haji karena berpengaruh pada meningkatnya kuota haji sehingga mempercepat daftar tunggu keberangkatan ke Tanah Suci," kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten lebak Humaedi Hakim di Lebak, kemarin.

Selama ini, menurut dia, minat warga di Kabupaten Lebak untuk melaksanakan rukun Islam itu masih rendah. Pasalnya, dari jumlah penduduk 1,2 juta jiwa yang masuk daftar tunggu haji dari Agustus 2012 sampai Desember 2019, jumlahnya mencapai 14 ribu orang. Dari 14 ribu daftar tunggu haji itu, mereka sudah terdaftar secara daring dengan sistem komputerisasi terpadu hingga keberangkatan ke Tanah Suci selama 20 tahun atau sampai tahun 2040.

Penyebab panjangnya antrean tersebut, kata dia, akibat terbatasnya kuota untuk Kabupaten Lebak sekitar 700 orang per tahun yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Karena itu, Kemenag Lebak mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran untuk melaksanakan ibadah haji bagi warga yang mampu secara ekonomi.

Apabila pendaftar haji tersebut meningkat, kata dia, peningkatan tersebut tentu bisa mempersingkat daftar tunggu karena secara otomatis, kuota calon keberangkatan haji untuk Kabupaten Lebak akan bertambah. "Saya kira jika pendaftar haji secara online itu meningkat, dipastikan kuota bertambah hingga ribuan orang per tahunnya," katanya.

Menurut dia, saat ini masyarakat yang mendaftar calon haji di Kabupaten Lebak jumlahnya antara 15 sampai 20 orang per hari. Sebagian besar calon haji berprofesi pedagang, petani, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Namun, hingga saat ini minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah itu relatif kecil, terlebih ada dampak bencana banjir bandang dan longsor. Ia mengatakan, warga yang tinggal di enam kecamatan akibat terdampak bencana alam dipastikan banyak yang tidak mendaftar sebagai calon haji.

Sementara itu, calon haji 2020 diingatkan agar menjaga stamina atau kesehatan karena ibadah haji membutuhkan fisik yang baik. Paasalnya, ibadah haji banyak mengeluarkan tenaga. "Kami minta para calon haji tetap menjaga kesehatan agar mereka nanti bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik," kata Humaedi.

 

widget->kurs();?>