Jumat 13 Mar 2020 18:08 WIB

Pasien yang Diduga Derita Mers-CoV di RS Padang Meninggal

Pasien tersebut diisolasi setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Simulasi Penanganan MERS-CoV.
Foto: Republika/ Wihdan
Simulasi Penanganan MERS-CoV.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Satu orang pasien yang tengah dalam pengawasan suspect Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil dinyatakan meninggal dunia Jumat (13/3) pagi. Pasien tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan yang diisolasi usai melakukan perjalanan keluar negeri, tepatnya Arab Saudi untuk ibadah umrah.

"Pasien masuk satu hari lalu dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas. Sesuai standar kami lakukan perawatan di ruangan isolasi. Pemeriksaan swab tenggorokan telah dilakukan dan di kirim ke laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan," kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustafianof l, Jumat (13/3).

Pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.05 WIB, Jumat (13/3). Sebelumnya, pasien tersebut baru satu hari dirawat di ruangan isolasi RSUP M Djamil Padang.

Gustafianov menyebut pasien mengalami beberapa gejala sehingga dilakukan perawatan di ruangan isolasi. Meskipun memiliki gejala terindikasi MERS-CoV, pasien juga memiliki riwayat sakit jantung. Meski begitu, pihak M Djamil menurut Gustafianov tetap menunggu hasil swab tenggorokan keluar dari laboratorium Kementerian Kesehatan.

"Hasilnya kita tunggu empat hari ke depan. Perlakuan terhadap perawatan jenazah pasien tetap sesuai standar dianggap positif MERS-CoV," ucap Gustafianov.

Gustafianov menjelaskam perlakuan terhadap jenazah  dilakukan secara ketat. Mulai dari keluar dari ruangan isolasi menuju kamar jenazah hingga ke rumah duka. Para perawat juga mengunakan baju hazmat dan alat antisipasi lainnya.

"Belum ada yang positif ya, di M Djamil belum ada positif. Kita tunggu hasil laboratorium. Belum bisa pastikan apakah positif MERS-CoV atau Covid-19, karena di Arab Saudi juga ada Covid-19," kata Gustafianov menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement