Afrika Selatan Tunda Administrasi Haji 2020

Ahad , 15 Mar 2020, 14:35 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Afrika Selatan Tunda Administrasi Haji 2020. Jamaah haji Afrika.
Afrika Selatan Tunda Administrasi Haji 2020. Jamaah haji Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE TOWN -- Ibadah tahunan haji bagi umat Muslim tahun ini masih dalam pertanyaan akibat kekhawatiran wabah virus corona. Dewan Haji dan Umrah Afrika Selatan (Sahuc) di akun media sosial resminya mengumumkan proses administrasi haji akan ditunda.

 

Terkait

"Mengikuti hasil komunikasi yang diterima dari Kementerian Haji, mereka mengindikasikan masih terlalu dini untuk menentukan apakah haji 1441 H akan berlanjut atau tidak. Kementerian Haji meminta kami menahan semua administrasi haji sampai pemberitahuan lebih lanjut," tulis organisasi itu di media sosial Twitter, Kamis (12/3).

Baca Juga

Presiden Sahuc, Shaheen Essop mengatakan, surat yang mereka terima berupa instruksi untuk menghentikan sementara administrasi persiapan haji. "Pada dasarnya, Kementerian Haji mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk membuat keputusan. Ini masih awal dan belum ada keputusan resmi tentang haji. Orang-orang khawatir saat ini," kata Essop dikuti di laman News 24, Ahad (15/3).

Di Afrika Selatan, banyak jamaah telah membayar paket dan biaya terkait haji. Tetapi, Essop meyakinkan jika masih ada cukup waktu untuk menyelesaikan rencana perjalanan ibadah haji 2020.

Ia juga menyebut rencana penerbangan pertama jamaah haji berlangsung pada 20 Juni. Sementara saat ini masih memasuki pertengahan Maret. Ia yakin masih ada banyak waktu tersedia.

Dewan Haji dan Umrah, Sahuc, terlibat dalam diskusi yang sedang berlangsung dengan Kementerian Saudi. Essop mengatakan organisasi juga akan membahas perihal rencana haji ini dengan agen atau biro perjalanan.

"Setiap perusahaan memiliki kontrak sendiri dan jika sampai pada itu, force majeure, kita perlu melihat rencana yang bagus. Kami bekerja sama dengan operator," katanya.

Perkembangan dan pembahasan lebih lanjut dilakukan pemerintah setelah Pemerintah saudi menangguhkan sementara umrah karena kekhawatiran terkait dengan wabah virus corona.

Virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, dan telah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang di seluruh dunia. Lebih dari 4.000 orang telah meninggal. Beberapa negara telah mengkarantina wilayahnya dan menghentikan pertemuan massal yang dapat membantu penyebaran virus.

Di Afrika Selatan, 16 orang yang kembali dari perjalanan internasional dilakukan tes positif terkena virus corona. Satu orang dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan seorang pengusaha yang melakukan perjalanan ke China. Sejauh ini belum ada laporan kematian.

Pada Februari, Arab Saudi melarang kunjungan orang asing ke masjid Nabawi. Upaya untuk mendisinfeksi Masjid al-Haram di kerajaan juga sedang berlangsung.

"Pesannya adalah agar orang tidak panik dan menunggu informasi dari kementerian haji Arab Saudi," kata Essop.