5 Syawwal 1442

Kuota Haji Sulsel Turun

Selasa , 17 Mar 2020, 08:21 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Kuota Haji Sulsel Turun. Seorang jamaah haji embarkasi Makassar di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kuota Haji Sulsel Turun. Seorang jamaah haji embarkasi Makassar di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penurunan kuota Haji Sulawesi Selatan terungkap pada rapat Persiapan Operasional Penyelenggaraan Haji 1441 H/ 2020 M. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Kaswad Sartono.

Didepan para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan Kepala Seksi atau Penyelengara Haji se-Sulawesi Selatan, serta para Kepala Seksi pada Bidang Haji Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono memaparkan secara komprehensif mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji tahun ini.

Kaswad mengawali pemaparannya tentang jumlah kuota haji Sulawesi Selatan berdasarakan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 121 tahun 2020. Untuk pelaksanaan haji 2020, kuota Haji Sulawesi selatan sebanyak 7272 orang.

"(Kuota) turun dibanding tahun lalu yang berjumlah 7296. Kuota Musim Haji 2020 ini terdiri dari Jamaah sebanyak 7.145 orang, Petugas Haji Daerah 49 orang, Lansia 73 orang dan Pembimbing KBIHU 5 orang," ujarnya dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (17/3).

Baca Juga

Selanjutnya, ia menjelaskan lebih rinci tentang kuota jamaah haji lanjut usia (lansia). Menurutnya, banyak masyarakat yang mempertanyakan hal ini, termasuk kategori usia dan metode pembagiannya.

Jumlah kuota lansia Sulawesi Selatan adalah satu persen dari total kuota, yaitu 73 orang. Jamaah lansia ini ditetapkan berdasarkan usia tertua Provinsi yang terbagi dalam tiga kategori.

"Usia kelompok tertua 90 tahun keatas yang terdaftar pada tanggal 26 Juni 2019, usia kelompok 85-94 tahun yang terdaftar pada tanggal 26 Juni 2015, serta kelompok usia 65-84 tahun yang terdaftar pada tanggal 26 Juni 2010," ujar alumnus pesantren DDI Mangkoso Barru ini.

Mengenai pelimpahan nomor porsi bagi jamaah calon haji yang wafat ataupun sakit permanen, berdasarkan keterangan dokter sesuai Permenkes nomor 15 tahun 2017, maka yang berhak menggantikannya adalah suami/istri/ibu/ayah maupun anak kandung dan saudara kandung yang telah mendapatkan persetujuan dari seluruh ahli waris.

Hal ini dengan catatan meninggalnya terhitung sejak tanggal 29 April 2019 atau meninggal sebelum berangkat ke Arab Saudi dari Bandara Embarkasi. Adapun jumlah Kuota Haji Kabupaten/Kota musim haji 1441 H/2020 M, berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor: 739/III/2020, yaitu Kota Makassar 1127 orang. Wilayah Parepare 120 jamaah, Kabupaten Pinrang 355 orang, Gowa 597 jamaah. Wilayah Wajo sebanyak 401 jamaah, kuota Bone 742 jamaah, Tana Toraja 34 jamaah, Maros 309 jamaah.

Untuk daerah Luwu 270 orang, Sinjai 231 jamaah, Bulukumba 403 jamaah, Bantaeng 182 jamaah. Selain itu untuk daerah Jeneponto 339 jamaah, Selayar 113 orang, Takalar 260 jamaah, daerah Barru 170 jamaah. Daerah Sidrap 250 jamaah, Pangkep 300 orang, Soppeng 248 jamaah, wilayah Enrekang 185 jamaah, Luwu Utara 227 orang, Palopo 107 jamaah, Luwu Timur 155 jamaah, Toraja Utara 20 orang.

Kuota untuk jamaah Lansia 73. Sementara Petugas Haji Daerah 49 kursi dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) lima orang.

Kaswad kemudian mengungkapkan bahwa calon jamaah haji Sulsel nantinya akan menggunakan tiga maskapai, yaitu Garuda Indonesia Airlines, Saudi Arabian Airlines dan Flynas. Kloter 1 Embarkasi Makassar dijadwalkan akan terbang pada tanggal 26 Juli 2020.

Terakhir, ia menerangkan tentang jadwal pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang akan dimulai pada tanggal 19 Maret 2020. Untuk Bipih Haji Khusus, tahap pertama tanggal 16 - 27 Maret, tahap II tanggal 14 - 22 April. Sementara untuk Petugas Penyelenggara Haji Khusus (PIHK) dimulai tanggal 11 - 15 Mei 2020.  // Zahrotul Oktaviani

 

widget->kurs();?>