Arab Saudi Terapkan Layanan Farmasi Drive-Through

Jumat , 03 Apr 2020, 21:03 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Suasana jam malam di Saudi Arabia.
Suasana jam malam di Saudi Arabia.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Sebuah Rumah Sakit di Arab Saudi telah menerapkan layanan Farmasi Drive-Through sebagai upaya pencegahan tertular Covid-19. Layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan obat tanpa harus ke rumah sakit untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

 

Terkait

Dilansir dari Arabnews, Menara Medis Utara di Arar mempublikasikan layanan Drive-Through dengan tagline, "Jangan datang kepada kami. Kami yang akan menjemputmu".

Layanan Drive-Through ini, diperuntukkan bagi pasien rawat jalan dengan penyakit kronis. Pasien dapat mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor 01466 194 77 serta harus memasukkan rincian data pasien dan obat-obatan yang dibutuhkan.

Rumah Sakit Qiya di Taif misalnya, melaporkan telah mengirimkan sebanyak 263 obat-obatan selama pandemi ini.  Kemudian Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Spesialis Raja Faisal di Riyadh juga telah meluncurkan drive-through pharmacy. Sehingga pasien kronis tidak perlu lagi masuk ke dalam rumah sakit untuk pemeriksaan ataupun pengambilan obat, karena pasien bisa mengambil obat yang mereka butuhkan di Gate 5 rumah sakit.

"Setelah seorang dokter meresepkan obat kepada pasien melalui telepon atau konsultasi online, maka tim farmasi akan diberitahu. Apoteker kemudian memeriksa obatnya dan memastikan dosisnya, menghubungi dokter jika diperlukan. Setelah obat siap, apoteker akan memanggil pasien untuk menentukan cara terbaik untuk memberikan obat kepada mereka," terang Direktur Departemen Perawatan Farmasi Rumah Sakit, Dr. Abdulrazaq Al-Jazairi, dilansir dari Arabnews, Jumat (3/4).

Metode-metode itu juga berlaku untuk pengiriman obat melalui pos. Karena jumlah permintaan di farmasi drive-through menurut Al-Jazairi meningkat tiga kali lipat dalam beberapa pekan terakhir. Sejak peluncuran farmasi drive-through, 5.730 resep telah diambil, dengan sekitar 1.000 pasien dilayani setiap hari.

Al-Jazairi mengatakan bahwa inisiatif itu disatukan dalam waktu 72 jam. Karena kebutuhan mendesak untuk melindungi pasien selama pandemi.

Al- Jazairi menekankan bahwa layanan tersebut menawarkan akses mudah untuk perawatan sementara. Secara bersamaan juga menerapkan jarak sosial dan memastikan lingkungan yang aman bagi pasien dan staf medis.

Rumah sakit juga telah memperkenalkan layanan lain untuk memastikan akses mudah ke pengobatan, termasuk memungkinkan pasien untuk meminta resep ulang tanpa menghubungi dokter.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini