Hajar Aswad Ternyata Berasal dari Surga, Ini Penjelasannya

Senin , 06 Apr 2020, 19:11 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Sejumlah hadis Rasulullah SAW menyatakan hajar aswad berasal dari surga. Hajar aswad.
Sejumlah hadis Rasulullah SAW menyatakan hajar aswad berasal dari surga. Hajar aswad.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagaimana diterangkan dalam sejumlah hadits yang diriwayatkan dari berbagai perawi hadits tepercaya, hajar aswad adalah sebuah batu mulai yang berasal dari surga. 

 

Terkait

Dahulu, saat pertama kali diturunkan, batu ini berwarna putih laksana susu. Namun, karena dosa-dosa manusia hingga ia menjadi hitam (aswad).

Baca Juga

Ibnu Abbas RA meriwayatkan, Rasul SAW bersabda, ''Hajar aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.'' (Hadits riwayat Tirmidzi, An Nasa'i, Ahmad, Ibnu Khuzaemah, dan Al Baihaqi).

Dari Abdullah bin Amru berkata, ''Malaikat Jibril telah membawa hajar aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama hajar aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula.'' (Hadits Riwayat Al Azraqy).

Riwayat dari Ibnu Abbad RA, menyebutkan, Hajar aswad merupakan batu yang diturunkan langsung oleh Allah SWT dari surga. Rasulullah SAW bersada, ''Demi Allah, Allah akan membangkit hajar aswad ini pada hari kiamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.'' (Hadits Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, At Tabrani, Al Hakim, Al Baihaqi, Al Asbahani).

Asal-usul Hajar Aswad juga diungkapkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, ''Nikmatilah (peganglah) hajar aswad ini sebelum ia diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga, dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum tiba hari pembalasan (kiamat).''   

Terkait dengan banyaknya riwayat yang menyebutkan bahwa batu hitam ini berasal dari surga, banyak pihak yang penasaran dengan hal tersebut. 

Ada yang berusaha mengambil atau mencurinya. Namun, ada pula yang mengaitkannya dengan batu yang bukan berasal dari bumi. Kalangan ini menyebutnya dengan batu meteor. Namun, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits, batu hitam tersebut adalah batu yang berasal dari surga.

Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai asal mula diturunkan. Ada yang menyebutkan, batu ini diturunkan oleh Allah SWT melalui perantaraan malaikat Jibril. 

Sebagian lagi berpendapat, ia dibawa Nabi Adam AS ketika diturunkan dari surga. Pendapat ini disampaikan Ibnu Katsir, dalam bukunya Qishash al-Anbiyaa' (Kisah Para Nabi dan Rasul). Wa Allahu A'lam.

Para pihak yang masih 'penasaran' dengan batu ini, berusaha mencari tahu asal sumbernya. Ada yang berusaha menelitinya, dan menyatakan batu ini memang batu yang bukan berasal dari bumi. Di antaranya menyatakan, batu ini adalah pecahan dari batu meteor.

Bahkan, seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Prof Dr Zaghlul An-Najjar, meminta dunia Islam untuk mengambil sampel satu atau dua mikro hajar aswad untuk bahan penelitian dan pembuktian dari hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa batu tersebut itu tidak berasal dari bumi, tapi berasal dari surga.

Sebagaimana dikutip Muslimdaily.com, An-Najjar meyakinkan dunia Islam tujuan pengambilan sampel itu semata-mata untuk penelitian. Ia meyakinkan, pengambilan sampel itu tidak akan merusak hajar aswad.

Penelitian lainnya mengungkapkan, aajar aswad adalah batu tertua di dunia. Konon, ia bisa mengambang di air. Di sebuah museum Inggris, dikabarkan ada tiga buah potongan batu hajar aswad. Dan pihak museum meyakini, bahwa bongkahan batu tersebut bukan berasal dari planet yang ada dalam sistem tata surya (galaksi). Mereka meyakini, Hajar Aswad bukan batu biasa. Dan ia juga bukan pecahan dari batu meteor. Ia berasal dari Yang Mahapencipta. 

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini