Senin 27 Apr 2020 12:03 WIB

Tips Rodalink Bersepeda di Tengah Pandemi Covid-19

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang bisa dilakukan selama pandemi Covid-19.

Rep: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)/ Red: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)
.
.

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang bisa dilakukan selama menjalani Work From Home (WFH) dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai pencegahan penyebaran Covid-19.

Di Jakarta, pemerintah daerah menyebut selain membeli kebutuhan pokok, berolahraga secara mandiri di area sekitar tempat tinggal juga masuk dalam pengecualian kegiatan yang dilarang selama pelaksanaan PSBB. Hal itu tertuang dalam Pasal 13 ayat (3) Peraturan Gubernur No 33 tahun 2020. Aturan serupa juga dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait PSBB di wilayah Bandung, Bogor, Depok dan Bekasi.

Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang bisa dilakukan selama menjalani masa PSBB. Melakukan olahraga menjadi aktivitas penting karena minim aktivitas gerak fisik dan pola makan yang berlebih bisa menyebabkan penyakit dalam tubuh, mulai dari kolestrol, diabetes, obesitas sampai hipertensi dan jantung. Sebab itu, bersepeda yang termasuk kategori olahraga dengan intensitas rendah-sedang masih bisa dilakukan di area komplek perumahan.

Bersepeda juga merupakan salah satu latihan cardio yang utamanya melatih kebugaran jantung dan paru-paru. Bersepeda sangat dianjurkan untuk orang-orang yang ingin menjaga tubuh akibat PSBB karena bersepeda dapat menjaga hormon di otak seperti endorphin dan dopamine yang memungkinkan mood menjadi lebih stabil.

Hanya saja, ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh pesepeda saat bersepeda di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya anjuran untuk bersepeda sendirian, alias solo ride. Bersepeda sendirian atau maksimal dengan satu kawan menjadi cara aman untuk menghindarkan masyarakat dari penggunaan transportasi massal.

Marketing Manager Rodalink Indonesia, Lucky Tantra, mengatakan, bersepeda sendiri atau beriringan dengan satu kawan dengan tetap menjaga jarak fisik masih sangat mungkin dilakukan. “Yang jelas sebelum bersepeda keluar rumah, Anda harus memastikan kondisi tubuh fit. Imbauan physical distancing juga tetap dilakukan jika memang aktivitas bersepedanya beriringan karena lebih asyik mengajak kawan. Setidaknya jarak aman 10-20 meter dalam satu jalur. Tapi sebaiknya lebih aman lagi bersepeda sendirian saja dulu di sekitar rumah sebagai bentuk social distancing,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta (27/4/2020).

Selain itu, untuk menekan risiko penyebaran virus corona sebaiknya menggunakan sepeda milik sendiri. Sebab, jika menggunakan sepeda milik orang lain, kita tidak tahu riwayat penggunaan sepeda tersebut. “Sementara waktu sebaiknya jangan memakai sepeda orang lain atau sewa, ini tindakan preventif supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lucky.

Bersepeda dilanjut nongkrong memang asik. Tetapi tentu tidak tepat dilakukan saat-saat ini. Sebisa mungkin tahan diri untuk singgah di tempat umum, lebih baik langsung pulang ke rumah, membersihkan diri, lalu dilanjut dengan aktivitas lain di rumah, nonton film, baca buku favorit atau cek-cek feed menarik di Instagram dan Twitter misalnya.

Sebagai jaringan toko sepeda di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, Rodalink mendukung pemerintah dan menerapkan peraturan PSBB dengan ketat. Untuk kemudahan konsumen, Rodalink mengajurkan konsumen untuk tetap berada di rumah dan hanya bertransaksi secara daring melalui WhatsApp, email resmi, menelepon outlet-outlet terdekat, atau website www.rodalink.com. Rodalink membatasi konsumen yang berkunjung ke toko, mewajibkan untuk mengenakan masker, dan mengharuskan untuk mencuci tangan terlebih dulu sebelum masuk toko.

Lucky berharap, pandemi ini lekas selesai dan kehidupan kembali berjalan normal. Agar kegiatan bersepeda pun bisa dilakukan bersama-sama dengan kawan sejawat, sembari minum kelapa muda setelahnya. “Semoga pemerintah dimudahkan dan semakin mempercepat penanganan wabah ini karena dampak Covid-19 ini menghantam ke seluruh sendi kehidupan di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Ini menjadi kepedulian bersama-sama kita untuk saling menjaga dan mengingatkan supaya jaga jarak agar rantai penularan virus cepat terputus,” jelasnya.

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement