Senin 27 Apr 2020 15:17 WIB

Covid-19: Hampir 3 Juta Orang Terinfeksi di Seluruh Dunia

Empat bulan mewabah, Covid-19 menginfeksi hampir 3 juta orang.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Empat bulan mewabah, Covid-19 menginfeksi hampir tiga juta orang. Ilustrasi.
Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China. Empat bulan mewabah, Covid-19 menginfeksi hampir tiga juta orang. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak ditemukan pada Desember 2019 di Kota Wuhan, China, sudah empat bulan virus corona yang menyebabkan Covid-19 mewabah. Virus ini tersebar di setidaknya 210 wilayah dan negara seluruh dunia. Hingga Senin (27/4) pandemi Covid-19 telah menginfeksi 2.995.757 orang.

Laman Worldometers mencatat, total kasus selesai mencapai 1.089.646, sedangkan kasus aktif atau yang masih dalam penanganan sebanyak 1.913.583. Dari kasus selesai, ada kematian sebanyak 207.021 jiwa dan angka kesembuhan mencapai 881.634 jiwa. Ini artinya persentase kesembuhan dari total kasus selesai mencapai 81 persen.

Baca Juga

Amerika Serikat (AS) masih menempati posisi pertama sebagai negara dengan kasus infeksi dan kematian tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam itu kini mencatat 987.322 kasus infeksi positif Covid-19. Korban meninggal dunia di seluruh negara bagian AS mencapai 55.415. Angka kematian ini melebihi prakiraan yang diutarakan Presiden Donald Trump pekan lalu sebanyak 50 ribu.

Spanyol berada di posisi kedua dengan jumlah kasus mencapai 226.629 dan kematian 23.190 jiwa. Sementara itu, Italia mencatat 197.675 kasus infeksi positif Covid-19 dan 26.644 kematian akibat virus. Kemudian, Prancis memiliki 162.100 kasus infeksi Covid-19 dan 22.856 kematian.

Negara Eropa lain yang terpukul adalah Jerman dengan catatan 157.770 kasus infeksi Covid-19 dan 5.976 kematian. Inggris juga termasuk negara Eropa yang terpukul karena dampak pandemi. Inggris mencatat 152.840 kasus dengan 20.732 kematian.

Negara-negara Eropa tersebut kini melampaui China dalam jumlah kasus dan kematian akibat virus. Sebelumnya, China tercatat sebagai episentrum virus sebab asal muasal virus berada di Kota Wuhan, China. Jumlah total kematian akibat Covid-19 di China kini menjadi 4.633 dengan total kasus di seluruh negeri 82.830.

Negara-negara lain telah mencatat ratusan, ribuan, hingga belasan ribu infeksi virus. Sementara itu, catatan kematian ada pada angka satu, belasan, puluhan, ratusan, hingga ribuan akibat virus ini. Tidak sedikit negara yang melakukan pembatasan ketat terhadap orang asing yang masuk ke dalam negeri, menyusul kasus-kasus baru di setiap negara banyak yang diimpor dari luar negeri.

Pemerintah di sejumlah negara kini mulai bertahap melakukan pelonggaran lockdown atau karantina wilayah di setiap negara seiring angka kasus dan kematian harian yang melambat. Beberapa negara juga bertekad membuka secara bertahap perekonomian negara sekaligus mulai mempertimbangkan kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Namun, beberapa negara juga memperpanjang lockdown atau karantina wilayah untuk benar-benar mematikan rantai penyebaran virus corona tipe baru ini pada bulan Ramadhan. Kegiatan sholat berjamaah seperti Tarawih di belahan dunia mana pun kebanyakan ditangguhkan dan diimbau untuk dilakukan di rumah.

Setelah terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada Desember 2019, virus corona dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO pada 11 Maret. Pasalnya, Covid-19 dengan mudah menular dari orang ke orang di banyak bagian dunia pada saat bersamaan.

Orang yang meninggal mayoritas berusia di atas 60 tahun dengan penyakit yang mendasarinya. Namun, WHO mengatakan, bukan berarti orang dengan usia muda dapat menyepelekan virus ini. WHO mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan physical distancing hingga mengenakan masker jika berada di luar rumah bagi yang sakit atau tidak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement