24 Zulhijjah 1441

Warga Gaza Berbuka Sambil Menikmati Senja

Selasa , 28 Apr 2020, 14:10 WIB Reporter :Rizky Suryarandika/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Pedagang menjual zaitun dan acar di pasar sebelum bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Selasa (21/4).  Muslim di dunia menyambut bulan suci Ramadhan di tengah bayang-bayang Pandemi Covid-19
Pedagang menjual zaitun dan acar di pasar sebelum bulan suci Ramadhan di Kota Gaza, Selasa (21/4). Muslim di dunia menyambut bulan suci Ramadhan di tengah bayang-bayang Pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Penduduk Gaza, Palestina biasa menjalani ramadhan di pinggir pantai. Hal itu menyusul 14 tahun pendudukan Israel dan pemangkasan pasokan listrik di wilayah tersebut.

 

Ratusan penduduk gaza biasa berjalan ke pantai sebelum adzan Magrib. Mereka menunggu waktu berbuka puasa sambil menyaksikan matahari terbenam. Salah satu yang melakukannya ialah Muhammad Tafesh beserta keluarganya. "Laut adalah satu-satunya hiburan buat mayoritas popolasi Gaza," kata Tafesh dilansir dari Arab News pada Selasa, (28/4).

Pada Ramadhan tahun lalu, Israel memotong suplai listrik di Gaza. Berarti Tafesh dan keluarganya harus berbuka dengan cahaya lilin. Alhasil Tafesh memilih mengajak keluarganya menikmati senja sampai datang waktu berbuka. Pilihan inilah yang termurah dan menyenangkan baginya dan warga Gaza lain.

Apalagi sekitar 80 persen penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk melangsungkan hidupnya. Selama setahun terakhir, mereka sudah biasa hidup tanpa listrik.

"Berbuka di pantai sungguh sederhana tapi menyenangkan. Saya biasa kesana bersama keluarga selama Ramadhan, itu membantu say melepas stres kehidupan," ujar warga Gaza, Akram Hammad.

Hammad tak mau membiarkan keluarganya berbuka tanpa cahaya. Ia khawatir keluarganya akan makin stres. "Berbuka di pantai adalah piknik, bukan hanya buat anak-anak tapi semua orang dan bisa dinikmati tanpa biaya mahal," ucap Hammad. 

 

widget->kurs();?>