Kamis 30 Apr 2020 20:57 WIB

KBRI Kuala Lumpur Tegaskan Belum Ada Perintah Pemulangan WNI

KBRI Kuala Lumpur tegaskan belum ada perintah pemulangan WNI dari Malaysia.

Pekerja Migran (ilustrasi)
Foto: ANTARA /Aswaddy Hamid
Pekerja Migran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menegaskan, hingga kini belum ada perintah dari pemerintah pusat untuk memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) baik pekerja migran maupun mahasiswa dari Malaysia. KBRI mengatakan terus menyalurkan bantuan untuk WNI yang membutuhkan di Malaysia.

"Sejauh ini kami belum menerima perintah pemulangan dari pemerintah pusat dan kami terus menekankan agar WNI mematuhi Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dan menjaga kebersihan dan Insyallah kurva positif COVID-19 terus melandai dan semoga dalam waktu tidak terlalu lama pembatasan pergerakan bisa segera diakhiri," ujar Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat di Kuala Lumpur, Kamis (30/4).

Baca Juga

Agung mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pemberian surat jalan kalau ada WNI yang ingin pulang secara sukarela namun demikian saat ini moda transportasi juga terbatas. "Saat ini ada penerbangan ke Jakarta namun bagaimana kalau tujuannya bukan ke Jakarta sedangkan di Indonesia saat ini juga ada PSBB. Kalau lewat Johor bisa lewat Stulang Laut dan Pasir Gudang itupun terbatas untuk tujuan Batam dan Tanjung Pinang," katanya.

Untuk persyaratan pemberian surat jalan, dia mengatakan, WNI harus mempunyai paspor atau SPLP dan menunjukkan tiket kepulangan. "Untuk cek kesehatan kami menghimbau bisa melakukan cek kesehatan di Balasi Kesehatan atau rumah sakit di Malaysia," ucapnya.

Tentang kondisi TKI saat ini, dia mengatakan, pihaknya terus menggencarkan bantuan ke segmen WNI yang membutuhkan. "WNI yang sangat membutuhkan adalah pekerja harian lepas karena mereka kehilangan sumber pendapatan harian. Ini kami prioritaskan dan kami terus verifikasi. Sejauh ini sudah 80 ribu orang yang sudah diverifikasi dan kami akan terus cross check ke mereka," jelasnya.

Tentang keberadaan mahasiswa, dia mengatakan, pihaknya memperhatikan ketercukupan bahan pangan mahasiswa kalau memang membutuhkan pihaknya menyampaikan sedangkan arahan pemulangan belum diperoleh perintah dari pemerintah pusat. "KBRI memang beberapa hari lalu menerima pernyataan sikap PPIM namun isi pernyataan sikap tersebut yang utama adalah meminta warga agar tetap tenang tidak panik dan mendukung program pemeirntah dan PPI siap ikut mendistribusikan sembako kepada yang membutuhkan dan memang ada sebagian mahasiwa yang ingin pulang karena menjelang Idul Fitri," katanya.

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia sebelumnya melaporkan terdapat 599 mahasiswa yang telah mendaftar dan minta dipulangkan kembali ke Tanah Air. Mereka ingin pulang karena alasan logistik kampus dan saat ini Malaysia telah melakukan sistem perkuliahan secara daring yang bisa diakses di mana saja.

Menurut Ketua PPIM M Rajiv Syarif, mahasiswa Indonesia yang tinggal di dalam kampus lebih beruntung karena pihak kampus menyediakan kebutuhan makanan mahasiswa sedangkan bagi mahasiswa lainnya turut terdampak pembatasan seperti TKI di Malaysia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement