23 Zulhijjah 1441

Masjid Nabawi, Masjid Sakral tapi Nyaman untuk Beribadah

Jumat , 08 May 2020, 22:49 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Masjid Nabawi, Madinah, tampak makin indah dengan sinar lampu yang menyala pada Ahad (8/9) malam. Jamaah haji Indonesia yang melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi makin berkurang karena mayoritas sudah kembali ke Tanah Air.
Masjid Nabawi, Madinah, tampak makin indah dengan sinar lampu yang menyala pada Ahad (8/9) malam. Jamaah haji Indonesia yang melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi makin berkurang karena mayoritas sudah kembali ke Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Nabawi begitu besar, megah dan anggun. Apalagi di malam hari, nampak indah dengan sistem pencahayaan yang sangat bagus.

 

Baca Juga

Berdasarkan buku Ensiklopedi Haji dan Umrah, Masjid Nabawi adalah masjid yang pertama sekali dibangun Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dan kaum Muslimin di Madinah.

Pembangunan dimulai pada Rabiul Awal tahun 1 Hijriah bersamaan pada bulan September tahun 662 Masehi. Jamaah atau pengunjung yang sholat di masjid ini juga tentunya ingin berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Posisi makam Rasulullah SAW berada dalam Masjid Nabawi. Di samping makam Rasulullah SAW terdapat makam sahabat Abu Bakar Shidiq dan Umar bin Khattab. Di dalam masjid nabawi ini terdapat tempat yang mustajab untuk berdoa yang disebut Raudah. Beberapa koleksi berharga peninggalan Rasulullah juga terdapat di dalam masjid ini. Seperti mimbar dan mihrab yang pernah digunakan Rasulullah SAW.

Saat ini (merujuk pada naskah terbitan ensiklopedi) luas lantai Masjid Nabawi sekitar 98 ribu meter persegi dan dapat menampung 167 ribu jamaah. Sedangkan lantai atas dapat digunakan untuk sholat seluas 67 ribu meter persegi dan mampu menampung 90 ribu jamaah. Jika pelataran masjid dipenuhi jamaah sholat terutama pada musim haji, maka daya tampung Masjid Nabawi dan pelatarannya sekitar satu juta jamaah.

Terdapat 10 menara di masjid ini dengan ketinggian masing-masing 92 meter. Pada setiap puncak menara terdapat ornamen 'bulan sabit' dari bahan perunggu yang dilapisi emas 24 karat dengan tinggi tujuh meter dan berat 4,5 ton. Pada ketinggian 87 meter dipasang sinar laser yang memancarkan cahaya ke arah Makkah yang cahayanya terlihat sampai sejauh 50 kilometer, untuk menunjukkan arah Kiblat.

Untuk pengaturan udara dalam ruangan, dibuat 27 ruang terbuka dengan ukuran masing-masing 18 kali 18 meter. Sebagai atap, dibuat kubah yang dapat dibuka dan ditutup secara elektronik dan juga dapat secara manual.

Untuk menyejukkan masjid, dibangun satu unit AC sentral raksasa di atas tanah seluas 70 ribu meter yang terletak tujuh kilometer sebelah barat masjid. Hawa dingin yang dihasilkan AC ini dialirkan melalui pipa bawah tanah yang didistribusikan ke setiap penjuru masjid melalui bagian bawah setiap pilar yang berjumlah 2.104 buah.

Fasilitas parkir di masjid ini mampu menampung 4.500 mobil. Juga terdapat toilet sebanyak 2.500 unit, tempat wudhu 6.800 pancuran atau kran serta terdapat 650 lokasi tempat minum air dingin

 

 

widget->kurs();?>