Ahad 24 May 2020 05:45 WIB

Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (3-Habis)

Masjid tua di Jakarta menjadi tempat perjuangan umat Islam melawan penjajah Belanda.

Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (3-Habis). Suasana masjid tertua di Jakarta, Masjid Jami Al-Anshor.
Foto: Republika/Zainur Mahsir Ramadhan
Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (3-Habis). Suasana masjid tertua di Jakarta, Masjid Jami Al-Anshor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Agak sedikit terpencil di Jl Pengukiran II, Pekojan, Jakarta Barat terdapat sebuah masjid kecil. Seorang pengurusnya menyatakan, masjid yang diberi nama Al-Anshor didirikan oleh para pendatang dari Malabar (India) pada abad ke-17, tepatnya pada 1648. Berbeda dengan masjid-masjid lainnya, masjid Al-Anshor yang dulunya luas dan terdapat pemakaman, kini sudah menyatu dengan rumah-rumah penduduk. 

Sudah tidak ada lagi yang tersisa untuk pekarangan masjid. Tidak diketahui berapa lama masjid ini digunakan oleh para imigran India. Karena para imigran dari negeri martabak yang datang belakangan mendirikan sebuah masjid lainnya, tak jauh dari masjid ini.

Baca Juga

Masjid baru yang dibangun di Jl Bandengan Selatan 34, oleh masyarakat setempat disebut Masjid Kampung Baru. Didirikan 1748, kini hanya tersisa beberapa dari bangunan aslinya, seperti empat tiang penyangga dan beberapa pilar kecil pada jendela. 

photo
Masjid Jami Al-Anshor - (Republika/Zainur Mahsir Ramadhan)

Tidak jauh dari tempat ini, di tepi Kali Angke di Jl Pekojan, Jakarta Barat terdapag sebuah surau yang diberi nama Langgar Tinggi. Disebut demikian karena langgar ini agak tinggi dan berlantai dua. Para Muslim India juga berperan membangun masjid atau surau ini.

Di Jl Pekojan juga terdapat sebuah masjid tua yang dibangun abad ke-18. Masjid an-Nawier erat kaitannya dengan masjid kuno di Keraton Surakarta dan Keraton Banten. 

Menurut Dinas Museum dan Pemugaran DKI Jakarta, masjid Pekojan yang dapat menampung hingga 2.000 jamaah. Di masa lalu, masjid ini merupakan salah satu masjid yang berperan dalam penyebaran Islam. 

Baca juga: Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (1)

 

sumber : Arsip Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement