11 Rabiul Akhir 1442

Taman Alquran Dubai Kembali Dibuka Jelang Akhir Ramadhan

Senin , 18 May 2020, 14:55 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Pohon yang merupakan panel surya di Quranic Park atau Taman Alquran di Dubai.
Pohon yang merupakan panel surya di Quranic Park atau Taman Alquran di Dubai.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Dubai secara bertahap membuka kembali ruang publiknya setelah mereka ditutup untuk pengunjung pada Maret akibat pandemi Covid-19. Bersamaan dengan itu, taman-taman yang ada di wilayah tersebut bisa kembali dikunjungi masyarakat umum. Tak terkecuali Quranic Park atau Taman Alquran yang istimewa, yang berada di Al Khawaneej.

Taman pertama yang terinspirasi dari Alquran ini kembali dibuka hari ini, Senin (18/5). Quranic Park dibuka pertama kali April tahun lalu, dan terpaksa ditutup sementara untuk umum karena masalah kesehatan dan keselamatan di tengah pandemi global Covid-19.

Dilansir di The National, di hari-hari terakhir Ramadhan dan di tengah persiapan merayakan Idul Fitri, masyarakat lokal bisa kembali mengunjungi ruang hijau ini. Taman Alquran memiliki luas lebih dari 60 hektare yang didedikasikan untuk ajaran kitab suci.

Pembukaan taman ini menjadi salah satu dari tiga bagian rencana Pemerintah Kota Dubai, yang ingin membuka kembali semua taman kota pada Senin, 25 Mei. Taman Alquran dibagi menjadi beberapa taman-taman kecil dengan berbagai tema, termasuk Islam, gurun dan Andalusia. Rumah Kaca dan Gua Keajaiban yang ada juga rencananya akan dibuka kembali.

Baca Juga

photo

Gua buatan di Taman Alquran atau Quranic Park di Dubai yang menggambarkan keajaiban yang terjadi di dalam Alquran. - (Pawan Singh/The National)

Rumah Kaca menawarkan 29 tanaman dan pohon yang disebutkan dalam Alquuran dan sunnah. Termasuk di dalamnya tanaman pisang, zaitun, asam dan oud. Papan informasi disiapkan untuk setiap tanaman guna membantu memberikan pengetahuan kepada pengunjung.

Gua Keajaiban yang ada merupakan buatan manusia dan dilengkapi dengan stalaktit palsu. Dengan menggunakan teknologi, diharapkan dapat mendidik pengunjung tentang tujuh mukjizat yang diungkapkan dalam Alquran.

Pada Agustus 2019, majalah Time mendaftarkan taman itu sebagai salah satu World's Greatest Place atau Tempat Terhebat di Dunia. "Tujuan taman, menurut pemerintah kota, adalah menjembatani budaya dan mempromosikan toleransi dengan menawarkan pengenalan Islam melalui ruang yang ramah keluarga," tulis Hillary Leung untuk Time dikutip di The National, Senin (18/5).

Meski taman telah dibuka kembali, masih ada aturan ketat untuk memastikan pengunjung mematuhi protokol jarak sosial. Misalnya, dalam satu kelompok tidak boleh lebih dari lima orang dan setiap orang harus memakai masker menutupi hidung dan mulut mereka.

 

 

widget->kurs();?>